Cahaya Sunrise menyelinap masuk di sela-sela tirai kamarku, sinarnya sedikit menyilaukan, seketika aku terbangun dari tidurku, berusaha mengumpulkan kesadaran ku, mengambil posisi duduk dan melirik ke arah jam weker yang bergambar kuda pony bernama rainbow dash itu. Mataku seketika terbuka sempurna melihat sekarang telah pukul 06:40 !!!
"Demi RAINBOW DASH YANG BISA MEMBELAH AWAAAANNNN! Kenapa gak ada yang bangunin gue!"
Teriak seorang gadis cantik nan lugu bak anak kecil yang permennya diambil orang. Gadis itu terbangun dengan tatanan rambut yang acak-acakan dan muka bantal yang tak karuan, namun glowingnya muka gadis itu membuat cantiknya bertahan.
"NAMA SAYA RAINA AMAYA UMUR 15 TAHUN JONES TAPI NGGAK JONES AMAT, HAL YANG PALING TIDAK DIPERCAYA ADALAH OMONGAN MANIS, KARENA RAINA PERNAH JADI KORBANNYA, HEUHEUHEUHEU" Raina mengigau tak jelas, seakan sedang berlatih memperkenalkan dirinya di kelas. Yaps! Gadis cantik itu bernama RAINA AMAYA. "Ahh apaan sih!! harus cepet-cepet mandi nih hoaaammmmm" dengan terburu buru Raina mengambil handuk bergegas untuk mandi dan melakukan ritualnya, walaupun rasanya susah untuk membuka kelopak matanya.
***
Setelah selesai semuanya, Raina berlari menuruni anak tangga rumahnya dengan menenteng sepatu yang belum ia kenakan.
"RAINA hati-hati turunnya, nanti jatuhh!"
Teriakan seorang pria paruh baya itu kepada putri semata wayang nya. Dia adalah ayah Raina yang bernama Mr.Jhon
"Aduh nggak keburu yahh, anterin Raina dong Raina telat, Bunda juga kok gak bangunin Raina?" ucap Raina dengan memajukan beberapa senti bibirnya sambil mengenakan sepatu yang ia tenteng. Bundanya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku putrinya itu, pasalnya sang bunda sudah berusaha membangunkan putri nya itu berpuluh kali, tetapi tetap saja tidur pulas.
"Bunda udah bangunin kamu, kamu aja yang malas bangun" Ucap bunda Dhita
"Hah? Kok Raina nggak denger bun-"
"Udah cepet sini makan rotinya dan minum susu, entar kamu telat lagi" potong bunda Dhita
"Nggak keburu bun, Raina makan di mobil aja ya, ayo yahh kita berangkat" sambil mengambil roti buatan bunda, Raina melangkahkan kakinya mengambil langkah seribu namun tiba-tiba Raina berhenti seperti melupakan sesuatu "Oh iya susunya lupa di minum heheheheh" Raina meneguk habis segelas susu yang dibuat Bunda Dhita dan mengusap mulutnya dengan tisue.
"Assalamualaikum bunda cantik mcccuaaahh" salam Raina dimanis-maniskan sambil mencium punggung tangan bundanya dilanjutkan mengecup pipi Bunda, sedangkan bunda Dhita hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah manis putrinya.
"Untung waktu itu kamu dilahirkan nak" seru bunda
"Kenapa emang?" Bingung Raina
"Kalo enggak, bunda nggak akan dapet boneka selucu kamu"
"Ah bundaa bisa aja nge-gombalnya, udah lah kenyang Raina dapet yang manis-manis"
"Hahahahahaha" tawa keluarga kecil itu pecah seketika, kebiasaan rutin yang selalu mereka lakukan setiap pagi adalah tertawa dan sangat sering sekali Raina yang menjadi dalang dari tawa keluarga kecil itu
"Udah siap berangkat?" Tanya Mr.Jhon
"Udah dong... ayo yah buruan ya yahh, soalnya bentar lagi masuk yah"
Mr.Jhon hanya menganggukan kepalanya saja meruti perkataan putrinya yang nyelonong masuk ke dalam mobil. Mr.Jhon pun menjalankan mobilnya.
"Ada ada saja kamu itu baru pertama masuk sekolah kok kaya gitu, makanya pake alarm biar gak kesiangan gitu" ucap Mr.Jhon
"Iya Yah, tadifRaina lupanggakmasang alarm" Ucap Raina dengan mulut yang penuh dengan roti. "Kamu itu yahhh, kapan bisa jadi dewasa hah? boro boro alarm bisa bangunin kamu, lah orang bundamu aja gak bisa bangunin kamu tidur kok", sindir Mr.Jhon kepada putrinya, karena pasalnya memang bunda Dhita sudah membangunkan Raina perpuluh kali.
YOU ARE READING
RAiN' Amaya
RomanceWarning🚫 baper tingkat Akut 🏳 Inilah aku Raina Amaya, Lahir di kota Jakarta pada 4 September, anak satu satunya dari pasangan Mr.Jhon dan bunda Dhita. Ada alasan tersendiri mengapa orang tuaku menamai aku Raina amaya, Rain yang berati hujan dan am...
