Ini ada beberapa yang aku tambahin tapi gak merubah alurnya kok masih sama kayak awal up.
****
Apakah seseorang tidak bisa lepas
dari masa lalunya meski hanya sedetik saja?
~Langit Aldebaran Matteo~
🕸️🕸️🕸️🕸️
Sudah setengah jam Sandra mempersiapkan keperluannya untuk menginap di kediaman keluarga Vano, kemarin Vano mengatakan akan ada acara pertemuan keluarga dan dirinya akan di kenalkan kepada keluarga besarnya.
Sebenarnya Sandra mengajak Aletha tapi diwaktu bersamaan cafe mereka mendapat pesanan yang tidak bisa dibatalkan begitu saja, terpaksa Aletha harus mengcover semuanya.
"Tha ikut aja deh kamu, disini biar Tiara aja yang pegang, emang kamu berani di rumah sendirian?"mencoba merayu Aletha agar mau ikut.
"Hufss.. Aletha kan udah bilang Aletha gak ikut, tenang aja Aletha bisa jaga diri kok"entah sudah berapa kali Aletha penjawab pertanyaan yang sama dari Sandra.
Sandra menolehkan kepalanya ke arah Aletha, ini pertama kalinya Sandra akan meninggalkan Aletha sendiri, bahkan Vano juga ikut membujuk Aletha agar ikut, jawaban Aletha tetap sama.
"Ya udah kalau gitu, awas telpon Kak terus nangis karena takut"merapikan pakaiannya bersiap turun menunggu jemputan Vano.
"Dikira Aletha anak kecil apa. KAKAK... Ish malah turun"
Melihat Vano yang baru saja datang, Aletha langsung menatap tajam kearahnya sambil melangkah mendekat mengabaikan lirikan Aletha, Vano menatap kekasihnya selalu terlihat memukau.
"Apa?"tanya Vano melihat tingkat calon adik iparnya itu lucu sih tapi kadang menyebalkan.
"Jaga Kak Sandra baik-baik, awas aja kalau balik ada yang lecet"ucap Aletha melambaikan tangan sambil melihat kepergian kakak tercintanya.
Hari ini akan jadi sangat sibuk untuknya dan para pegawai di cafe, Aletha harus semangat agar kakaknya itu tidak kepikiran dan bisa tenang.
"Ok nanti malam Aletha bisa jalan-jalan tanpa ada omelan"berlari kecil kearah kamarnya, setidaknya ada sisi positifnya saat Sandra pergi.
🕸️🕸️🕸️🕸️
Di lain tempat suasana tegang menyelimuti ruangan Langit, Dhirga sedari tadi memasang tampang waspada untuk berjaga jika terjadi sesuatu.
Sedangkan Langit hanya menunjukkan raut datar ke arah pria di depannya tanpa menggerakkan badannya, mengambil secangkir kopi di dekatnya lalu meminum tanpa mengalihkan pandangannya.
Langit tidak peduli jika dirinya dianggap tak punya sopan santun karena dia tidak menyambut tamu dengan semestinya malah terkesan mengabaikan.
Karena yang Langit inginkan hanya membuat orang di depannya ini mengerti bahwa kedatangannya tak pernah di harapkan.
Samuel Willson pria setengah abad sekaligus CEO Willson Corporation dengan angkuh membalas tatapan Langit, Samuel memindai Langit dari ujung kepala sampai kaki.
"Ku rasa kau terlihat sangat baik" Berjalan perlahan menuju objek yang sedari tadi mencuri perhatiannya.
Dari semua ornamen yang terpasang di ruangan Langit sebuah lukisan sudah membaut Samuel memperhatikannya. Seakan ada sesuatu yang menarik matanya untuk diperhatikan.
VOUS LISEZ
Langit & Aletha
Roman d'amourSebuah kisah mungkin kalian pernah mendengarnya. Quennesya Aletha Gadis mengantar makanan memiliki sifat ceria dan polos menganggap ice cream adalah moodboster-nya selalu bertingkah sesukanya. Bagaimana jika Aletha dipertemukan dengan pria dingin d...
