1

91.4K 117 1
                                    

Namaku Rinawati, aku saat ini masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Aku kini hidup bersama dengan pakde Yono, setelah kepergian bukde adik perempuan dari ayahku.

Bukde meninggal ketika aku berada di kelas 2 smp, kepergian bukde tentu membuat aku dan Pakde ku cukup terguncang.

Selama meninggalnya bapak, almarhuma bukde dan pakde menjagaku. Tapi kini, Tuhan telah berkehendak lain. Bukde adalah satu-satunya orang tuaku juga ikut menyusul bapak dan ibuku.

Bapak hanya memiliki dua saudara, beda dengan ibu yang merupakan anak tunggal. Makanya aku bisa bersama dengan bukde ku yang sudah pergi juga.

Pakde yang awalnya sedih ditinggal mendiang bukde perlahan mulai bangkit, hanya tiga bulan pakde Yono terkurung dalam kesedihannya.

Pakde dan Bukde tak memiliki anak, akulah yang selama ini di anggap anak oleh mereka berdua. Aku sangat menyayangi mereka, layaknya orang tua kandungku.

Alasan aku tak pergi dari rumah, sebab sebelum meninggal bukde berpesan agar aku terus bersama dengan Pakde Yono. Selaku suaminya, aku yang waktu itu iya-iya saja kembali tersadar ternyata omongan itu adalah amanat.

Aku menyangi pakde, pakde sungguh menyayangi ku. Pakde selalu berusaha membiayai hidupku dengan hasil sawah yang pakde dan bukde punya.

Aku selalu berusaha membantu sebisaku, meski pakde terkadang melarangku supaua aku tidak turun langsung ke sawah.

Pakde pernah berkata padaku, bahwa cukup Pakde saja. Tugas aku hanya mengerjakan pekerjaan rumah. Sebagai anak, aku hanya mengikuti titah dari Pakde ku.

PAKDEWhere stories live. Discover now