14

11.5K 64 7
                                    

Hari ini merupakan hari ketiga bagiku ujian, setelah aku melewati masa-masa liburku. Aku juga minta kepada Pakde selama masa ujianku, aku tidak ingin di ganggu dulu.

Pakde awalnya menolak, sebab aku meminta agar kami pisah kamar. Ini hanya seminggu, jika aku sekamar dengan pakde sudah pasti aku tidak akan dibiarkannya belajar.

Aku tetap berada di kamarku dan pakde, sedangkan pakde sementara mengungsi di kamar almarhumah bukde. Meski aku sibuk dengan belajar, aku tidak lupa melakukan kewajibanku sebagai istri. Hanya saja untuk melakukan hubungan badan, tidak aku berikan untuk pakde. Sebab aku benar-benar tidak ingin di ganggu.

Hari ini ujianku cukup sulit, selesai ujian aku segera buru-buru pulang, sambil berjalan aku memikirkan tentang soal-soal yang cukup rumit bagiku.

Ketika sedang berjalan sendirian melewati salah satu koridor sekolah yang cukup sunyi, ingatan ku tiba-tiba saja membuyar saat aku mendengar bunyi barang yang jatuh.

Langkahku terhenti, aku melihat kondisi sekitar, ku lihat ada seekor kucing yang keluar. Melihat itu bukanlah apa-apa bagiku, aku ingin melanjutkan kembali langkahku. Belum sempat melangkah, aku tertegun mendengar suara rintihan wanita.

Aku mencari dari mana sumber suara itu, aku melewati koridor arah ke gudang. Kebiasaan ku setelah selesai mengerjakan ujian, sebelum pulang ke rumah. aku akan berputar-putar mengelilingi sekolahku, supaya aku kembali mengingat soal yang telah aku jawab.

Ku beranikan diri mendekat, mencari dimana asal suara itu. Saat ku langkahkan kaki ku mendekat, suara desahan itu semakin meninggi.

Aku memberanikan diri mengintip dari lubang celah pintu, yang bisa aku lihat. Dua orang sedang bercinta, dan betapa terkejutnya aku melihat lebih teliti lagi ternyata sepasang manusia tersebut merupakan guru sejarahku yang sedang asyik menggauli teman sekelasku.

Pak Tono sedang melakukan senggama dengan Yati.

"akhhh, pak ampunn uhh sshh.." jerit Yati yang sambil matanya menjuling keenakan.

"sshh, ohh. memekmu yati, lebih enak dari memek istri bapak ohh enak banget kontol bapak yati." ujar Pak Tono yang sibuk menggempur lubang kemaluan Yati.

Ludahku tertelan kasar, aku tidak menyangka bahwa di sekolah lebih tepatnya teman di kelasku Yati yang terkenal dengan wanita cerdas dan polos. diam-diam memiliki hubungan gelap dengan Pak Tono guru sejarah kami.

Yati dibiarkan terduduk di meja, dengan kedua paha yang terbuka lebar. Dan Pak Tono yang berdiri sambil terus menyodorkan penisnya untuk keluar masuk.

"akhh, pak.. yati mau ngecrott. aakhhh.." desah yati yang memeluk erat pundak pak tono

"sshh ohhh bapak juga pengen ngecrot yati." teriak pak tono yang langsung menembakkan spermanya ke dalam kemaluan yati.

Aku lihat tubuh keduanya bergetar hebat, terlebih lagi Yati, setelah ejakulasi Pak Tono mencabut penisnya dari dalam.

"Ayo yati, kita pulang ke rumah bapak. lanjut di rumah aja." ajak Pak Tono pada Yati.

"Ah, ndak mau pak. ada istri bapak di rumah." tolak Yati dengan halus.

"ndak ada sayang, istri bapak lagi pergi ke rumah orang tuanya. ayo." ajak Pak Tono yang berbicara sambil mengusap kemaluan Yati.

"tapi besok masih ujian pak." ucap Yati.

"kamu tenang aja, malam ini ndak usah mikir ujian. karna bapak akan bantu amanin nilai-nilai kamu sayang." balas pak Tono yang langsung mengecup bibir Yati.

Aku akui Yati memang cantik, bahkan dia termasuk wanita cantik di angkatan kami. Banyak teman-teman, bahkan kakak kelas yang menginginkan Yati menjadi pacar mereka. Namun, mereka cukup enggan mengajaknya berpacaran. Sebab dia terlalu pintar, dan membuat lelaki manapun menjadi minder.

Ku lihat mereka sudah merapikan diri dengan memakai kembali pakaian mereka, aku yang tau sebentar lagi mereka akan keluar. memutuskan agar segera bersembunyi. Pintu gudang kembali terbuka, mereka berjalan masing-masing. Aku pikir mereka tidak ingin ada yang mencurigai mereka berdua.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 22 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

PAKDEWhere stories live. Discover now