3.

6K 803 377
                                    

Chapter sebelumnya

"Apakah aku serendah itu dimatamu?

Apakah aku begitu murahan di hadapanmu...?

Daniel?"

.

.

.

"Lalu apa hubunganmu dengan Ong Seongwoo? Kenapa dekat sekali?"

"Aku sudah lama berteman dengan Seongwoo, aku menganggapnya saudara kandungku sendiri. Bahkan orang tuaku juga menyayanginya. Dan ingin mengangkatnya jadi anak mereka."

"Jadi begitu.."

"Memangnya kenapa kau tiba tiba bertanya seperti itu?"

Minhyun kembali meminum tehnya..

"Karena aku jatuh cinta padamu."

"Uhuk..."

Kali ini Minhyun tidak menyemburkan tehnya, tetapi dia langsung tersedak dan pipinya langsung merona merah.

"Kau.. Kenapa tiba - tiba berkata seperti itu?"

"Aku jujur Hwang Minhyun, aku jatuh cinta padamu, sejak kita masih SMA, tolong pikirkan lagi."

"Aku .."

"Kau..?"

"Maafkan aku.."

Minhyun tertunduk..

"Tidak apa-apa, aku akan menunggumu membuka pintu hatimu." Kata Hyunbin pelan sambil mengusap pelan kepala Minhyun.

"Tapi bisakah aku bertanya sesuatu padamu?"

"Apa itu? "

"Apakah aku ada harapan? Maksudku, ya .. Aku akan menunggumu. Tapi apakah aku ada harapan? Karena jika kau tidak bisa membuka hatimu untukku, aku akan mundur."

Minhyun menatap Hyunbin lama.

"Mungkin.. Mungkin aku akan membiarkanmu melakukan apapun semaumu untuk mendekatiku, Hyunbin.."

***

Setelah pernyataan Hyunbin yang mengejutkan itu, sudah beberapa bulan berlalu. Bahkan mereka sudah menyelesaikan ujian akhir semesternya.

Seongwoo dan Minhyun masih berada di kampus walaupun ini sudah menjelang malam, ada laporan praktikkum yang harus mereka selesaikan.

"Kau kenapa Hyun?"

"Tidak .. Tidak ada apa-apa."

"Mmmm..

Terus kau dan Hyunbin sudah sejauh mana? Kemarin aku melihat kalian makan bersama."

Seongwoo menaik turunkan alisnya menggoda Minhyun.

Pipi Minhyun merona merah.

"Aku hanya makan tteokboki saja dengan Hyunbin."

"Benarkah? Kulihat kalian asyik ngobrol.. Ah bukan kalian, tapi Hyunbin.. Dia semangat sekali bercerita, dan kau mendengarkannya bercerita dengan sabar."

"K..kau lihat? Kami tidak seperti itu.."

"Masih mengelak.. Nih lihat"

Seongwoo memberikan ponselnya pada Minhyun

"Terus kemarin ada yang bilang 'Minhyun kenapa kau tidak makan? Makanlah.. Sedikit saja'

Lalu ada juga yang menjawab 'tidak mau Hyunbin, nanti aku gemuk.' "

The RICH and POOR Boy (END)Where stories live. Discover now