Bertemu

6K 656 16
                                        


Bombayah!
Cmiwiwwww

*********

Kelima perempuan cantik itu kini telah tiba di kawasan Mall terbesar di Jakarta.

Mereka berlima turun dari Mobil Ilona, dengan gerakan slowmotion. Banyak orang-orang yang ada di sana memerhatikan mereka dengan berbagai tatapan.

Tanpa memperdulikan tatapan orang-orang, mereka langsung saja berjalan masuk ke dalam Mall dengan muka ceria.

Mereka berlima saling bergandengan seolah takut kehilangan. Eaaakkk...

" Kemana dulu nih,? " Tanya Ilona.

" Kemana aja serah, kita nurut. Yaa kan ges,? " Kata Salsa. Sekaligus meminta persetujuan.

" Yoi! "

Mereka berjalan-jalan tak tau arah. Dengan mata yang terus menyusuri barang-barang mewah yang ada di mall.

" Beli baju kuy,! " Ajak Rania menunjuk salah satu toko baku remaja kekinian.

" Gas lah,! " Ucap Salsa menarik tangan Rania. Tinggalah Ilona, Acha, Dara yang mengikuti di belakang.

Mereka melihat-lihat model baju yang terpajang di toko. Meneliti bentuk, dan juga ukuran nya.

" Bagus ga guys,? " Tanya Salsa menunjukan sebuah baju kemeja panjang kotak-kotak yang berwarna biru.

" Bagus Sal, gue jadi kepengen beli. " Ucap Acha yang ikut melihat bentukan baju kemeja itu.

" Ayo Cha, biar kita couple an. " Seru Salsa semangat.

" Wahhh gak bisa dong. Masa iya cuma lo berdua aja yang couple, kita juga mau.!! " Kata Ilona .

Acha dan Salsa kompak terkekeh.

" Iya-iya kita berlima couple an. " Ucap Acha akhirnya.

Mereka melihat ke arah Dara yang sedari tadi diam. Mereka mengerti kenapa Dara tidak banyak bicara masalah baju, pasti karena uang.

" Mau kan Dar,? " Tanya Acha menatap ke arah Dara.

Dara menjadi gelagapan, " Aku gak punya uang buat beli baju nya Cha, ini aja aku bawa uang cukup buat makan.! "

Acha, Ilona, Salsa, dan Rania tersenyum lembut menatap Dara.

Acha mendekati Dara yang kepala nya kini menjadi tertunduk. " Kita ini, lo anggap sahabat atau bukan,? "

Acha Seketik mendongakan kepala nya mendengar pertanyaan dari Acha, " Pastilah aku anggap kalian sahabat, bahkan udah seperti saudara sendiri. "

Rania, Salsa, dan Ilona ikut mendekat dan berdiri di samping Dara.
Rania memegang bahu Dara dengan tatapan serius nya. Gak terlalu serius sih, nanti di kira ada apa-apa.

" Begitu juga dengan kita, kita udah anggap lo sebagai saudara sendiri. Dan__ Bukan nya saudara itu harus saling membantu, ketika saudara nya yang lain lagi kesusahan,? "

Dara kembali menundukan kepala, " Iya aku tau, tapi... Kalian udah banyak bantu aku. Aku merasa malu, "

" Gak ada malu-malu antara sahabat,!" Tegas Salsa. Di angguki oleh yang lain.

I'm Not ACHAWhere stories live. Discover now