Part 23

64.5K 2.9K 9
                                    

Happy reading...

***

"Eh lo liat Giren ga?" Tanya Kesya pada salah satu siswi yang lewat di koridor. Siswa itu hanya menjawab dengan gelengan kepala.

"Liat Giren gak" Tanya Casandra pada salah satu siswa namun jawabannya juga sama, tidak tau.

"Giren kemana sih, di cariin gak ada hpnya juga gak aktif" Ucap Letrina.

Kini mereka sudah frustasi mencari keberadaan Giren. Mereka sudah sangat khawatir karna Giren tak juga terlihat. Berkali kali mereka mencoba menelfon Giren namun tak kunjung di jawab.

"Ada satu tempat yang belum kita cek" Sahut Kesya. Letrina dan Casandra menatap Kesya menunggu jawaban.

***

"Lo yakin Giren ada disini" Ucap Casandra.

"Gak ada salahnya kan ngecek" Balas Kesya.

Sekarang mereka bertiga sedang berada di rooftop berharap Giren memang benar ada di sana.

Kesya membuka pintu rooftop perlahan-lahan. Mata mereka langsung tertuju pada adegan yang sangat membangongkan. Abizer yang berbaring di sofa dengan menjadikan paha Giren sebagai bantal.

"OMG GIRENNN" Teriak Casandra menggelegar.

Akibat dari suara Casandra Giren dan Abizer terlonjak kaget. Abizer tentu saja langsung duduk dengan nyawa yang masih belum sepenuhnya terkumpul. Giren linglung masih tak mengerti apa yang terjadi.

"KALIAN NGAPAIN" Casandra kembali berteriak sambil mendekat.

"Hah" Beo Giren masih ngeleg.

"Lo ngapain disini sama Abizer mana pake acara dia tidur di paha lo lagi" Tanya Casandra sekali lagi.

Giren menengok ke samping melihat Abizer sudah tidak ada lagi disana, entah kapan pemuda itu pergi.

"Sialan" Gumam Giren geram.

"Ren" Tegur Kesya.

"Hah apa?"

Kesya, Casandra dan Letrina menghela nafas gusar. Mengapa temannya satu ini sangat lalot.

"Girenta Wilony Caksara sayang, kita nanya lo ngapain lo disini sama Abizer" Ucap Kesya menekan kalimat terakhirnya.

"Eee anu, itu apa sih ck-"

"Apa anu anu" Desak Kesya.

"Ck itu apa sih namanya, anu loh eee"

Casandra membulatkan matanya. "Jangan jangan lo abis nganu sama Abizer ya" Ceplos Casandra.

Giren langsung menghadiahi pukulan pada Casandra. "Mulut lo sembarangan banget sih"

Kesya dan Letrina juga ikut menatap Casandra geram. Bisa bisanya fikiran temannya itu sampai kesana. Sedangkan Casandra hanya menyengir sambil menggaruk tengkuknya tak gatal.

"Jelasin" Sahut Letrina masih menatap Giren penuh selidik.

Giren menghela nafas. "Jadi tadi tuh gue ke rooftop pas jam istirahat pertama karena ada orang yang ngirimin gue pesan nyuruh kesini"

My Twilight Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang