Part 28

60.1K 3K 49
                                    

Happy reading...

***

Jalanan kini sangat macet. Saat berhenti di lampu merah, ada beberapa anak jalanan yang berjualan tisu, makanan, minuman dan bunga.

"Kak ayo di beli bunganya untuk pacar kakak" Ucap anak kecil umur 8 tahun yang berjualan bunga.

"Pacar?" Tanya Abizer mengerutkan keningnya.

"Iya kakak cantik yang kakak bonceng itu"

Giren langsung saja keheranan, bagaimana bisa bocah itu mengira kalau ia adalah pacar Abizer. "Eh bukan. Kakak buk-" Belum sempat melanjutkan kalimatnya Abizer lebih dulu membuka suara.

"Berapa semuanya?" Ucap Abizer.

"30 ribu kak" Ucap Anak kecil itu.

Abizer mengambil bunga mawar merah itu dan memberikan anak kecil itu dua lembar uang merah.

"Eh kak ini kebanyakan"

"Ambil, gunakan dengan baik"

"Makasih banyak kak"

"Nama kamu siapa" Tanya Giren.

"Nama aku Lania kak"

"Oke Lania sekarang kamu pulang, ajak teman teman kamu juga. Ini udah malam besok aja jualannya." Ucap Giren lembut.

Lania mengangguk sambil tersenyum manis. "Makasih kakak ganteng kakak cantik." Ucap Lania sebelum pergi.

Lampu merah sudah berganti dengan lampu hijau. Sebelum menjalankan motornya Abizer memberikan bunga itu pada Giren.

"Buat apa" Tanya Giren polos.

"Pegang" Tak ayal Giren mengambil bunga itu dari tangan Abizer.

Abizer kembali menjalankan motornya dengan kecepatan sedang.

Baru beberapa meter  perjalanan, Abizer kembali menghentikan motornya di sebuah restoran mewah.

"Ngapain berhenti" Tanya Giren.

"Gue laper" Abizer turun dari motor begitu juga dengan Giren.

Abizer jalan lebih dulu menuju pintu masuk restoran. Sedangkan Giren, ia masih berdiri mematung di tempatnya.

Abizer yang sadar akan hal itu pun menghentikan langkahnya. "Ayo"

Tersadar dari lamunannya Giren langsung ikut melangkah mengikuti Abizer.

Saat masuk mereka sudah di sambut dengan sangat ramah oleh para pegawai. Ralat, mereka sedang menunduk hormat pada Abizer.

"Selamat datang tuan" Ucap beberapa pegawai itu.

Abizer masuk ke sebuah ruangan VIP. Abizer duduk di sofa begitu juga dengan Giren. Abizer memencet tombol di sampingnya dan ya, seorang gadis yang menjabat sebagai waiter datang dengan membawa buku kecil di tangannya tak lupa dengan sebuah pulpen.

Waiter itu menunduk hormat saat sudah berdiri di depan Abizer.

"Bawakan saya Pesto chicken baked dan Lemonade"

My Twilight Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang