Part 45

34.7K 2K 82
                                    

Happy reading...

***

Perkelahian antar dua geng itu berlangsung sekitar satu jam lebih. Banyak anggota Andaroz yang tumbang, terutama ketuanya yaitu Gebyar. Keadaannya sangat mengenaskan, ia benar benar babak belur. Bahkan ia hampir tidak sadarkan diri.

"Bawa ketua lo ke rumah sakit gih! Udah sekarat tuh kayaknya," Celetuk Reno.

Ardima kembali tersulut emosi, tapi ia sudah tidak memiliki kekuatan untuk melawan.

Dengan bantuan anggota yang masih sadar, mereka membopong Gebyar dan anggota lainnya yang mengalami luka luka.

"Hampir aja Zer lo mati. Untung tadi ada Giren, coba tadi gak ada hum gue jamin udah masuk rumah sakit lo," Ucap Ovan.

Reno memukul mulu Ovan gemas. "Mulut lo bisa di filter dikit gak sih, main ceplas-ceplos aja lo kalau ngomong."

Ovan memegangi mulutnya. "Sialan lo mulut seksi gue!!" Pekiknya.

"Brisik lo pada," Sahut Yezran tidak tahan mendengar pertengkaran mereka.

"Dia duluan," Ucap Reno menunjuk Ovan.

"Dih apaan, orang lo duluan yang mukul bibir seksi gue," Balasnya tidak mau kalah.

"Apaan bibir doer gitu dibilang seksi," Olok Reno membuat Ovan naik pitam.

"Kampret lo sialan! sini lo, gue kasi jurus pamungkas bapak gue lo. Woy jangan kabur, sini gak lo!!!" Teriak Ovan berlari mengejar Reno.

"Cape gue sama dua curut itu," Ucap Yezran tampak lelah menghadapi tingkah dua temannya itu.

"Mutilasi aja mulutnya biar pada diam," Ujar Yezril enteng.

Sedangkan Abizer, ia malah memikirkan Giren. Dengan tergesa gesa, ia melangkah kan kakinya menuju aula untuk memastikan Giren benar-benar aman.

Jerome menatap kepergian Abizer, ia tau arah tujuan Abizer saat ini. Wajahnya tampak sangat kesal, ia memutuskan untuk pergi ke rooftop.

"Kemana Jer?" Tanya Yezril.

"Rooftop," Jawabnya.

Yezril dan Yezran saling pandang. "Udah ayo ke kelas, bentar lagi masuk," Ujar Yezril.

Mereka berdua pun ikut pergi. Sekarang mereka sudah sangat jarang ngumpul bersama. Semuanya karena kehadiran cinta di hati mereka.

Mungkin saja akan ada perpecahan antara mereka hanya karena seorang gadis.

***

Abizer membuka pintu aula dengan wajah khawatir.

"Giren mana," Tanyanya.

"Bi," Ucap seseorang di balik kerumunan.

Abizer langsung menghampiri Giren lalu memeluknya erat tanpa memperdulikan semua orang yang menatap mereka. "Lo gapapa kan?" Tanyanya masih setia memeluk Giren.

"Gue gapapa, lo?" Tanya Giren.

"Gue gapapa," Jawabnya.

Mata Giren tertuju pada lebam di sudut bibir Abizer.

"Ini yang lo maksud gapapa?"

"Cuman luka kecil," Ucapnya.

Tangan Giren terangkat menyentuh luka di wajah Abizer membuat sang empuh meringis.

My Twilight Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang