Part 54

20.1K 1.2K 104
                                    

"Melihatmu menderita seakan-akan ada pisau yang terus menyayat hati ku. Rasanya nafas ini ingin berhenti saat melihatmu terbaring lemah."

_Abizer Davin Agamor

🌿🌿🌿

Happy reading...

***

Keadaan di rumah sakit kini tidak kondusif karena Abizer terus saja mengamuk di depan ruang ICU. Para satpam dan suster terus mencoba menenangkan Abizer tapi tidak bisa.

"LEPAS! SAYA MAU MASUK!!!" Teriak Abizer.

"Tidak bisa mas, pasien lagi di tangani di dalam!" Ucap salah satu suster.

"PACAR SAYA ADA DI DALAM! DIA LAGI BUTUH SAYA!!" Bentak Abizer.

Sampai akhirnya seorang suster datang membawa jarum suntik lalu menyuntikkannya ke lengan Abizer. Perlahan-lahan Abizer mulai tenang, beberapa detik kemudian kesadaran Abizer hilang.

"Suster ngapain?" Tanya satpam yang menahan tubuh Abizer.

"Gak ada pilihan lain pak. Kalau di biarin begini terus nanti menganggu ketenangan pasien lain," Ucap suster itu.

"Terus ini saya gimana?" Tanya satpam itu.

"Bawa ke kamar rawat aja pak, saya mau ke dalam dulu." Sister itu masuk meninggalkan satpam yang masih kebingungan.

"Sus! Eh saya gimana ini?!" Ujar satpam itu.

Sementara di dalam ruangan ICU, dokter dan suster tidak henti hentinya bergerak kesana kemari. Giren terbaring lemah di atas ranjang, tubuhnya dipasangkan begitu banyak alat. Sampai akhirnya dokter berhasil mengeluarkan peluru dari punggung Giren.

"Dok detak jantungnya tidak stabil," Ucap seorang suster.

"Sudah saya duga," Gumam dokter Dirga.

"Siapkan alat pacu jantung sekarang!" Suster itu pun mempersiapkan semuanya dengan tergesa-gesa.

Setelah suster itu memberikan alat tersebut. Dokter Dirga pun mulai melakukan tugasnya. Ia menggosokkan kedua alat itu lalu menempelkannya ke dada Giren sebanyak beberapa kali.

"Masih tidak ada perkembangan dok," Ucap suster itu.

"Kita coba lagi!" Dokter Dirga kembali menggosokkan alat itu lalu menempelkannya ke dada Giren.

Kali ini tubuh Giren merespon. Tubuh Giren terangkat sedikit dan ia juga menarik nafas panjang.

"Jantungnya kembali normal dok," Ucap suster itu setelah melihat perkembangan degup jantung Giren dari sebuah layar kecil.

"Alhamdulillah."

"Dok, hasil pemeriksaan nona Giren sudah keluar." Seorang suster datang membawa sebuah amplop besar berwarna coklat.

Dokter Dirga mengambil amplop itu lalu membukanya. Setelah mengamati hasilnya mata Dokter Dirga membulat.

"Dokternya Fajar ada di ruangannya?" Tanya Dokter Dirga pada suster itu.

"Ada dok," Jawab suster itu.

"Suster tolong pantau terus perkembangannya, saya mau bertemu dokter Fajar sebentar." Dokter Dirga melangkah keluar dari ruang ICU.

My Twilight Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang