🔷New Challenges🔷

2.7K 249 13
                                    

Setelah ia menyelesaikan mata kuliah di hari pertama, ia melesat menuju café Amigos, sebuah cafe yang menyediakan live music

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah ia menyelesaikan mata kuliah di hari pertama, ia melesat menuju café Amigos, sebuah cafe yang menyediakan live music.

Gigi telah memesan beberapa makanan dan minuman. Pada dasarnya, Gigi bukan orang yang meratapi kesedihannya dengan mengurung diri atau menyiksa diri. Gigi tipikal yang akan menuruti apapun keinginan hatinya yang terlintas saat dia sedih. Dan lebih sering mengalihkannya ke makanan.

Sushi Roll, sashimi, spaghetti carbonara, chicken wings ,ice cream, cola, cappuccino, semua tersaji dihadapannya saat ini. Entah akan ia habiskan atau hanya menuruti lapar matanya dan memuaskan hatinya yang saat ini terluka.

Saat sedang menikmati makanan, seseorang menarik rambutnya pelan.
Gigi menoleh kebelakang, mencari tahu siapa yang telah mengganggu kesenangannya. Dan dia mendapati Firli yang berdiri dengan ransel dibahunya. "Rakus juga lu ya," Ujar Firli dengan cengiranya. Ada gingsul yang mengintip, menambah manis senyum Firli.

Firli dan Gigi sudah saling mengenal sejak satu SMA. Saat mereka masih murid SMA, mereka satu kelas. Sekarang mereka satu Kamupus namun beda Fakultas. Gigi berada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Lalu Firli yang berada di Fakultas Ilmu Komunikasi. Keduanya tidak pernah sengaja bertemu dikampus, kecuali saling melintas. Selain karena beda Fakultas, masing-masing dari mereka sibuk dengan tugas kuliah, maupun kehidupan sehari-harinya.

"Untung mulut gue enggak penuh makanan, habis lo gue sembur. Berani-beraninya ganggu kesenangan gue," rutuk Gigi.

"Yailah gitu aja baper Gi. Lagian elo sendirian tapi pesan makanan banyak banget."

"Lah, elo ngapain kesini?"

"Temen gue Azka, dia lagi manggung di sini. Tuh dia lagi siap-siap." Firli mengambil duduk di hadapan Gigi, lalu mencomot sushi roll yang dipesan Gigi.

"Mau dia temenan sama homo kayak elo? Bisa aja lo cari temen yang ganteng, elo incer dia?" Gigi memang senang meledeknya homo, karena sejak sekolah Firli tidak pernah memperlihatkan hubungannya dengan wanita manapun. Sehingga Gigi meledek Firli sebagai homo.

"Hush, bacot lo pelanin dikit. Entar tamu sini denger."

"Halah, denger juga mereka enggak kenal elo."

"Lagian sembarangan aja lo ngatain gue homo. Gue punya pacar!" bantah Firli.

Gigi terkekeh puas. Dia lanjut memakan makanan di hadapannya, tidak peduli dengan Firli yang mengomel.

Suara petik gitar sudah menggema, Azka membuka performnya dengan memetik gitar dan memainkan sebuah intro.

"Halo semua, selamat sore menjelang malam. Terima kasih sudah datang ke café Amigos, semoga kalian menikmati makanan yaa." Semua tamu cafe menoleh kearahnya, Azka berhasil mencuri perhatian. "Dan lagu pertama yang akan saya bawakan, saya persembahkan untuk teman saya, Firli di sana. Yang hari ini akhirnya terlihat dengan seorang wanita."

OneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang