Chapter 12

16.3K 1.7K 98
                                    

Jungkook kini sudah duduk di kursi dekat ranjang dimana suaminya berbaring. Kedua mata Taehyung masih terpejam rapat, nafasnya sangat teratur.

Baekhyun tengah keluar untuk membelikan makanan untuk Jungkook, hingga sekarang Jungkook hanya berdua saja dengan Taehyung disini.

Jungkook meraih tangan Taehyung yang besar itu, satu tangan yang tidak terpasang selang infus tentunya. Ia meremasnya pelan dengan kedua tangannya, memberinya kehangatan dan kelembutan di dalamnya.

Setelah puas meremasnya, kini Jungkook mengambil tangan itu dan menyentuhkannya ke pipinya sendiri, seolah-olah Taehyung yang mengelus pipinya. Hal yang tak pernah dilakukan Taehyung sejak mereka kembali bersama sebulan ke belakang.

Dari pipinya, kini Jungkook mengarahkan tangan besar itu ke bibirnya, mengecupinya lembut dengan bibir tebalnya.

"Ayo pulang" cicitnya pelan.

Melihat Taehyung yang tak berdaya begini membuat hati Jungkook terasa sakit juga. Ia seakan juga ikut merasakan apa yang Taehyung rasakan. Lelah. Ia lelah menutup dirinya terus. Ia lelah harus egois terus. Ia lelah hanya memikirkan dirinya saja selama ini. Ia lelah karena selalu memikirkan dosanya. Jungkook lelah.

"Ayo pulang, hiks" ulangnya lagi kini sambil menangis.

Air matanya seakan tak pernah kering meski telah dikeluarkan berkali-kali. Akan terus mengalir tanpa henti hingga ia puas.

"Aku tak mau disini, aku ingin pulang. Hiks" cicit Jungkook lagi.

Taehyung yang biasanya tak akan kuat melihatnya menangis, Taehyung yang selalu menuruti permintaannya, meski permintaan Jungkook merugikan dirinya sendiri. Taehyung yang selalu meng'iya'kan apapun ucapannya. Taehyung yang itu kini bahkan tak menatapnya, tak melihatnya sama sekali, tak mendengarnya seolah dirinya tuli.

"Bangun, ayo pulang!"

Jungkook kini sudah menggoyang-goyangkan tubuh yang lebih besar darinya itu dengan isakan yang mengiringinya.

Cklek~

"Kookie astaga!"

Baekhyun langsung berlari ke arah menantunya yang nampak tak terkendali itu.

Dengan lembut, Baekhyun meraih kedua tangan Jungkook dan memeluk tubuh berisi itu dengan hangatnya.

"Tenanglah, Sayang" ujarnya sambil mengusap kepala Jungkook dengan lembut.

Jungkook yang masih pada posisi duduknya itu memeluk perut mertuanya semakin erat. Mengeluarkan air matanya tanpa henti hingga puas.

"Taehyung baik-baik saja, tak perlu khawatir" bujuk Baekhyun.

"Hyungie tak mau bangun, Eomma" ujar Jungkook disela isakannya.

"Dia pasti bangun, Sayang"

"Hyungie tak mendengarku, Eomma"

"Taehyung selalu mendengarmu meski dalam tidurnya"

"Hyungie tak mengabulkan permintaanku, Eomma"

"...."

"Hyungie tak mau pulang denganku, Eomma"

Tangis Jungkook semakin kencang. Baekhyun tak tahu lagi bagaimana menenangkan menantunya ini. Bahkan Jungkook sama sekali tak mau mendengarnya. Yang bisa Baekhyun lakukan hanya membiarkan Jungkook meracau dan menangis sendiri hingga ia puas. Tega? Tak ada cara lain. Baekhyun hanya akan mengusap punggungnya dengan lembut, seolah mengatakan kalau dia tak sendiri, dan semuanya akan baik-baik saja.

Hingga cukup lama, Jungkookpun tertidur sendiri dalam pelukan Baekhyun. Mungkin kelelahan menangis.

"Bagaimana memindahkannya?" tanya Baekhyun pada dirinya sendiri.

Be Mine [Taekook/Vkook/Minyoon/Namjin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang