10

117 18 2
                                    

Pukul lima sore, rombongan Cendekiawan sudah sampai di Jogja. Tadinya mereka berencana untuk makan malam bersama tetapi karena sudah lelah dan ingin segera menemui tempat tidur masing - masing, mereka pun memutuskan untuk berpisah.

Sesampainya di depan Kostan Ara, Ara langsung turun dari motor milik Arsen. Sambil membukakan helmnya, tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Arsen.

"Sen, makasih yaa hari ini mau boncengin aku ke pantai" ucap Ara sambil tersenyum. Senyum yang sudah lama dirindukan oleh Arsen. "Iya.. santai aja, Ra" jawab Arsen.

"Aku masuk ke dalem kostan yaa.. sekali lagi makasih yah Sen, udah mau aku repotin... kamu hati - hati di jalan" pamit Ara.

Arsen membalas dengan menganggukan kepalanya dan tersenyum. Ara pun berbalik hendak berjalan menuju pagar kostannya.

Tiba - tiba saja Ara berbalik ke arah Arsen dan berjalan menemuinya, "Sen, tadi waktu di perjalanan, kamu ngomong apa? aku enggak kedengeran" tanya Ara kepada Arsen.

Arsenio agak sedikit terkejut dengan pertanyaan dari Ara. Ragu untuk menjawabnya karena ia sedang berpikir apakah ini momen yang pas untuk menanyakan perihal alasan mereka putus.

"Ngga penting sih... cuma mau nanya 3 tahun lalu, alasan kita putus kenapa ya, Ra? aku penasaran karena kamu ngga pernah jelasin ke aku bahkan selama 6 bulan pacaran, kita engga pernah berantem.. makanya aku penasaran" akhirnya Arsenio memberanikan diri untuk mendapatkan jawaban yang selama ini dia cari.

Ara sempat menghela nafas dengan pelan. Ragu untuk membahas kembali topik pembicaraan ini karena dia sudah tidak mau membahasnya lagi.

Tapi melihat wajah Arsenio yang penuh harap dengannya, maka Ara memutuskan untuk menjelaskannya. mungkin dengan aku jelasin, at least hubunganku sama Arsen ngga kayak dulu yang hanya diem - dieman saja.

"Alasannya... aku kecewa sama kamu, Sen. Aku pacar kamu statusnya tapi seperti bukan pacar kamu" Ara menundukkan kepalanya, menghindari bertatapan mata dengan Arsenio.

"Setiap hari aku merasa sakit sekali waktu aku liat di komentar instagram kamu yang sibuk ngebales komentar fans - fans kamu sedangkan kamu ngga bales chat dari aku" Ara menghela nafasnya, mengatur dirinya agar tidak menangis di depan Arsen.

"Apalagi aku sering sekali liat afeksi kamu sama Riana. Jujur dulu aku cemburu banget sama Riana, karena sering banget aku dengar gossip kalo pacar kamu adalah Riana bukan aku.. bahkan aku sering dikira ngerebut kamu dari Riana" Ara mencengkramkan tangannya menahan diri untuk tidak menangis.

"Dan.. kamu sering banget ingkar janji sama aku. Bilangnya kamu mau jemput aku pulang les, tapi setiap ditunggu nggak pernah muncul, malah yang dateng jemput adalah Ezra atau kamu suruh Rafael untuk anterin aku ke tempat les. Mungkin ini terdengar sepele buat kamu tapi buat aku enggak, Sen" pertahanan Arabella tumbang, akhirnya dia menangis dengan pelan mengingat kejadian 3 tahun yang tidak pernah mau diingat lagi oleh dirinya.

"Maaf yaa.. kalau dulu aku putusin kamu ngga jelasin alasannya, karena untuk sekarang aku bisa bicara kayak gini aja aku menahan diri" Ara menutupi wajahnya yang sedang menangis sambil senggugukan di depan Arsen.

Mendengar semua penjelasan dari Ara. Arsen menunduk. Terlalu malu untuk melihat Ara. Sambil menahan air matanya jatuh, Arsen pun berpamitan pulang kepada Ara.

"Ra, aku pamit pulang duluan ya" dengan cepat Arsenio menyalakan motornya dan meninggalkan Ara di depan pintu pagar kostannya sambil menangis.

***

2020 - 2 Hari setelah Touring

Sore ini Arabella habiskan untuk jalan - jalan bersama sahabat kesayangannya, Tita.

Begin Again - 2HyunjinWhere stories live. Discover now