Prolog

3.5K 69 2
                                        

Musim hujan mengguyur kota Kembang, Bandung. Seperti biasa Adisty Demina menikmati sore harinya di sebuah Cafe yang selama ini menjadi tempat favoritnya untuk merenungkan kesialan nasibnya soal cinta, sesekali Adisty menyeruput tehnya dengan lembut. Matanya tidak pernah lepas dari balik jendela Cafe tersebut, orang-orang saling berlarian dengan tangan yang sibuk menutupi kepalanya.

Lagi-lagi Adisty hanya dapat tersenyum, membayangkan jika saja dirinya yang berada di tengah-tengah hujan sana dan seorang laki-laki yang benar-benar ia cintai itu muncul  menyerahkan sebuah payung untuknya. Betapa bahagia hidupnya saat itu jika semua bayangannya itu benar-benar terjadi, hanya saja itu hanya mimpi baginya. Hanya sebuah bunga tidur yang mungkin akan sangat sulit untuk ia lupakan begitu saja, Adisty tersenyum tatkala matanya tidak sengaja menangkap sepasang sejoli yang tengah menikmati kebersamaannya di bawah guyuran hujan.

Beruntung sekali gadis tersebut, bisa tertawa bahagia di tengah-tengah guyuran hujan dengan seseorang yang dia cintai, seseorang yang selalu mengerti akan dirinya. Seseorang yang mungkin selamamya akan mencintainya, hanya tuhan yang tau takdirnya.






****

Hayyyyy!!!! Lama tidak jumpa :D

Aku datang mau tanya sama kalian :D kalo aku dateng bawa cerita baru kira-kira kalian tertarik nggak ya :D kalo kalian tertarik aku mau pub di sini, tapi kalo enggak mungkin aku mau pub di akun aku yang satunya lagi:D


ForelsketTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang