Chap 8 : Life

30.5K 3.7K 320
                                    

Jaehyun dan Taeyong sedang duduk di sofa ruang tamu. Mereka duduk saling berpelukan menikmati tontonan yang disajikan oleh salah satu stasiun tv. Lebih tepatnya hanya Jaehyun yang menonton, Taeyong sudah tertidur setengah jam yang lalu dengan kepala yang diandarkan di dada bidang Jaehyun.

"Hyung, Yongie lapar." Taeyong tiba-tiba merengek pada Jaehyun. Pria tampan itu menatap Taeyong yang masih menutup matanya.

"Apa dia bermimpi?" Jaehyun bergumam pada dirinya sendiri.

"Tidak hyung. Yongie benar-benar lapar." Taeyong membuka matanya yang bulat itu dan memberikan tatapan memelas pada Jaehyun.

"Aku pikir kau bermimpi. Baiklah, sekarang berdiri dan ikut aku ke dapur." Taeyong menggeleng dan malah semakin merengek.

"Kenapa? Sudah tidak lapar?" Taeyong menggeleng lagi.

"Bukan hyung. Yongie tidak mau jalan, hyung gendong saja Yongie. Bukankah hyung suka menggendong Yongie?" Jaehyun menghela nafas. Sejak kapan ia bilang suka menggendong Taeyong? Itu hanya dilakukannya jika Taeyong sedang manja seperti saat ini.

~~~

Taeyong menyandarkan kepalanya di atas meja dengan tangan sebagai alasnya. Menatap malas ke arah Jaehyun yang membelakanginya.

"Masih lama hyung?" Jaehyun hanya berdehem sebagai balasan.

Taeyong itu kucing. Mana mau dia makan kalau makanannya itu tidak terbuat dari ikan. Jadilah Jaehyun memasak untuk Taeyong.

Memasak? Untuk Taeyong? Iya. Pria tampan yang arogan itu memasak untuk orang asing seperti Taeyong. Jika ada Lucas, pasti pria China itu akan protes habis-habisan. Karena dulu, sebelum Lucas membeli Apartemen disini, ia sering menginap di Apartemen Jaehyun, tidur di sofa dan tidak pernah disediakan makanan sepiring pun. Pria tampan itu lebih memilih memasak porsi yang sangaaattt pas hanya untuk dirinya, dan membiarkan Lucas kelaparan. Hhh... Teman macam apa Jaehyun ini?

Taeyong hampir saja menutup matanya jika hidung mungil itu tak mencium aroma ikan yang sangat menyengat, membuat kakinya tidak tahan untuk berjalan ke arah Jaehyun.

"Aku sangat lapar hyung." Jaehyun mendengus kesal.

"Kau cerewet sekali sih. Tunggu sebentar lagi. Atau kau mau aku buatkan sandwich?" Taeyong menggeleng kuat.

Tadi pagi Jaehyun menyediakan roti yang didalamnya terdapat banyak sayur menjijikkan itu. Dan Taeyong sudah mencatat sandwich ke dalam daftar makanan yang paling tidak dusukainya.

"Yasudah, duduk sana dan tunggu." Taeyong mengangguk dan berjalan kembali ke meja makan.

~~~

Jaehyun hanya diam memperhatikan Taeyong yang makan sangat lahap. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi pria kucing itu tidak merasa mengantuk sama sekali, ia malah dengan lahap memakan masakan Jaehyun.

Tak terasa sebuah senyuman tulus terukir di bibir Jaehyun, menciptakan dimple di kedua pipi kiri dan kanannya. Senyuman yang sangat jarang ia perlihatkan kepada siapapun.

"Makanlah dengan perlahan." Taeyong hanya mengangguk.

"Tae. Apa kau tidak ingin menjadi manusia lagi?" Taeyong terdiam kaku. Selera makannya hilang, sungguh. Jaehyun benar-benar perusak suasana yang handal.

"Yongie ingin tidur hyung." Jaehyun menaikkan alisnya tak mengerti saat Taeyong meninggalkannya sendirian di dapur.

Taeyong berjalan dengan malas, bermaksud untuk menaiki tempat tidur. Namun sebuah tangan menahannya dan membalikkan tubuhnya secara paksa.

"Kau harus cuci tangan dulu Tae." Taeyong hanya diam saat Jaehyun membawanya ke kamar mandi dan mencucikan tangannya. Romantis sekali pria Jung ini.

[END] Cute CatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang