3. Grandmother and grandson (?)

298K 14.1K 183
                                    

Dua minggu berlalu semenjak Randi melihat Cherisha di rumah sakit, namun pria itu masih juga belum melihat Cherisha lagi. Ia sudah mengerahkan seluruh waktu luangnya untuk mencari keberadaan wanita itu di rumah sakit. Dengan bertanya-tanya ke semua orang yang mungkin tahu di rumah sakit itu, seperti Kepala Perawat, Ahli Gizi, karyawan administrasi dan lainnya. Padahal ia sudah menyertakan foto Cherisha saat remaja. Meskipun ia yakin penampilan wanita itu tidak jauh berbeda dibandingkan sekarang, namun tidak ada satupun yang mengenali wanita itu.

Akhirnya Randi mencari Cherisha dengan melakukan sesuatu yang melanggar prinsipnya. Pria itu tidak suka jika orang menganggapnya menggunakan kekuasaan orangtuanya, tapi sekarang inilah yang dilakukannya. Dengan menggunakan posisinya sebagai keponakan Direktur rumah sakit dan anak pemilik rumah sakit itu, Randi berhasil meminta file berisi seluruh pasien rumah sakit dan juga karyawan. Jika sudah mendapatkan file itu, mudah saja Randi mencari nama Cherisha.

Namun yang aneh dan juga mengecewakan, dari ribuan pasien yang tercatat dan juga daftar karyawan, tidak ditemukan nama Cherisha disana. Hal ini tentu saja membuat Randi kesal dan juga uring-uringan. Akhirnya Tania yang paling sering berinteraksi dengan Randi yang selalu menjadi sasaran kemarahan pria itu.

Tania mengangkat telpon yang berdering di mejanya, lalu menghela napas setelah mendapatkan informasi dari orang yang menelpon. Padahal ia baru saja mau makan siang, tapi kenapa sekarang ia harus menyampaikan pesan untuk Randi?

Tania bergidik mengingat dokter tampan pujaan orang-orang di rumah sakit ini, yang ternyata adalah dokter terjudes yang pernah dikenalnya. Awalnya sih dokter itu bersikap baik padanya dengan memberikan tandatangan di album Orion miliknya. Tapi selama dua minggu kerja bersama dr. Randi ini, membuat Tania gerah karena selalu dimarahi.

Dengan takut-takut Tania mengetuk pintu ruangan Randi. Tidak ada jawaban. Ia mengetuk sekali lagi dengan lebih keras. Segera saja ia mendengar suara kesal dan judes milik Randi. "Masuk!"

Tania masuk dengan takut-takut. Ia melihat Randi yang duduk di examination bed dengan tampang kusut menatapnya garang. "Bukannya kita sudah nggak ada pasien? Kamu mengganggu tidur saya, Tania."geram Randi.

Randi merasa kepalanya sakit karena sudah berhari-hari tidak bisa tidur memikirkan Cherisha, padahal waktu tidurnya sedikit karena harus praktek dan mengoperasi pasien. Tadi ia sengaja meminta Tania membatasi pasien karena ia ingin istirahat sebelum operasi yang dimulai dua jam lagi. Tapi sekarang asistennya itu malah mengganggunya.

Tania berjengit mendengar kejudesan sang dokter. 'Gila! Pedeessss banget deh tuh suaranya! Pantesan dulu nggak jadi vokalis!'pikir Tania.

"Mmm... maaf dok, udah ganggu. Tapi saya dapat pesan dari Pak Direktur kalau ibunya dokter sekarang sedang dirawat. Pak Direktur udah nelpon berkali-kali ke hape dokter tapi nggak ada jawaban."jelas Tania.

Mata Randi membelalak lebar. "Mama sakit? Di mana ruangannya?"tanyanya cemas.

"Di ruang VIP no.1."jawab Tania. Segera saja Randi berlari keluar ruangan untuk pergi menemui ibunya.

***

Ny. Rani Hilman menatap sengit adik iparnya. Sudah sejak sejam yang lalu ia meminta Randi datang untuk memeriksanya, tapi putra satu-satunya itu belum juga muncul di ruang rawatnya. Adik iparnya, Alfian Hilman yang merupakan Direktur rumah sakit milik keluarga suaminya itu, sudah berkali-kali menjelaskan jika Randi sibuk dan tidak bisa dihubungi. Tapi sang nyonya besar masih saja tidak bisa menerima jika ia harus diperiksa oleh orang lain selain anaknya.

"Ini salah kamu, Fian! Kenapa kamu bikin Randi sibuk banget gitu?! Sampai-sampai dia jarang nengokin mamanya. Trus sekarang mamanya sakit dia malah nggak bisa datang?!"omel Ny. Rani.

Remember UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang