sua restu

298 66 70
                                    

bahkan sampai rembulan menampakkan diri, ia masih termenung gundah. sedikit demi sedikit mengikis resah. walau batinnya selalu gelisah. tapi ia akan berpikir cerah, karena ia tahu, hubungan ini bukanlah masalah.

karena sebelumnya, aku enggak pernah pacaran.

"aku takut, radit salah pilih orang. tapi aku bakal berusaha ngelakuin yang terbaik sebagai pacarnya." gumamnya, berusaha yakin dengan dirinya.

selang beberapa menit angin berhembus, sosok pria melangkah perlahan ke arahnya. menepuk pundaknya sebentar. sontak ia tersentak, menoleh dan sesekali meringis.

"lebih baik kamu masuk, daripada masuk angin? sudah berapa lama kamu duduk disini?" ujar ayahnya, sesekali mengusap kepalanya.

gadis itu terkekeh kecil, sembari menatap ayahnya dengan tersenyum. kemudian ia mengulum bibir, raut wajahnya terlihat bak tengah berpikir.

"ayah dulu waktu kenal sama bunda, itu kapan?" tanya purnama, ayahnya terkekeh.

"kenapa kamu jadi nanyain itu?" tanya ayahnya, menggelengkan sirah. purnama mengerutkan dahinya tipis, masih memikirkan jawaban ayahnya.

"kenalnya waktu sma, waktu mos kalau enggak salah." jawab ayahnya.

"terus ayah pacaran sama bunda?" tanya purnama, raut wajah ayahnya tampak berbeda. nampaknya ia tersipu malu, sebab anak gadisnya berbicara perihal masa remajanya dengan sang istri.

"ya-ya gitu. udah ah." sahut ayahnya, kemudian kembali masuk ke dalam.

kembali menyendiri. bukan ingin ngapa-ngapain, mungkin sekadar menikmati angin. pasalnya, ia juga tak tahu apa yang ia lakukan bila di dalam kamar. kembali menjelajah sosial media dan menemukan fotonya bersama raditya? ah, tidak.

ting!

radit :
| dimana?

purna :
rumah. |
kenapa? |

radit :
| di luar apa di dalem?

purna :
kepo amat. |
aku lagi di teras. |

radit :
| ngapain di teras?
| bayangin muka aku?
| kamu kangen sama aku,
pur?

pesan ini bukan sekadar pesan, melainkan lawakan online. pasalnya gadis itu terkekeh begitu membaca pesan dari raditya.

kangen apanya coba? ih lucu.

purna :
ngapain ngechat? |
atau jangan-jangan |
kamu yang kangen
sama aku?
ngaku! |

radit :
| enggak, cuma mau tau
kamu ngerespon aku
atau enggak.

purna :
sudah di respon kan? |
terus mau apa? |

radit :
| aneh kamu.
| kan kita pacaran, ngechat
doang emang gak boleh?

purna :
boleh. |

radit :
| aku ke rumah kamu
boleh nggak, pur?

sontak mata purnama membulat, sebab terkejut melihat pesan itu. karena pada dasarnya, ia tak berani membawa pria ke rumah tanpa seizin ayahnya.

pasalnya, ia takut untuk memberi tahu ayahnya tentang ini. astaga radit, mendadak gini. mana udah malem.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ruang gaduhTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang