beri hangat

114 34 53
                                    

ruang gaduh
updated
december,
2O2O.

, 🖇️

             ,     🖇️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

rahasia perihal kausa satu warsa terlewat, masih ada pigura terlibat di hadapannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

rahasia perihal kausa satu warsa terlewat, masih ada pigura terlibat di hadapannya. dinding hampa, langit abu malam, serta rinai deras berjatuhan kala malam itu menjadi saksi bisu gelisah sang jiwa wasundara.

jemari bertaut, air keringat membasahi sekujur tubuhnya- sungguh ia ingin memeluk sang purnama, sebagaimana malam itu ia tak melihat benda angkasa paling indah. sebab ia terkurung pada ruang hampa yang nyatanya gaduh.

perlahan mencoba mengikis, walau nyatanya sudah tertulis. semesta, apa tak bisa percaya sang adam tak pernah berniat melakukannya? namun terjadi tanpa sengaja.

sang teruna meraih ponselnya, membuka ruang bertukar pesan. dirinya tak dapat menahan, lantas laju mengetuk layar, mengirimkan sebuah pesan pada sang purnama.

radit :
purna, |
aku ke rumah. |

tanpa basa-basi lagi, tangannya meraih kaus bertudung hitamnya. bahkan pergi tanpa pamit dengan orang tuanya. karena sang wasundara mengerti, mereka tak begitu menyukai sang purnama.

ting!

purna :
| jangan, hujan.

"mungkin menyebalkan buat kamu karena aku datang basah basahan gini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"mungkin menyebalkan buat kamu karena aku datang basah basahan gini." ujarnya, menatap sang teruna seraya melelaikan tuala pada tengkuknya.

tak lupa secangkir teh hangat sudah berdiri di atas meja, tepat di hadapan mereka. sang purnama menatapnya, menghela napas. namun sesekali atensinya beralih, bak enggan merasakan segala khawatir terhadap pigura.

harusnya, raditya tidak pergi malam itu.

sang purnama kembali menatap kekasihnya yang kian menggelugut. masih bertanya perihal kedatangannya pada langit abu malam dengan rinai hujan itu.

"purna, seharusnya aku nggak basah." jelasnya, perlahan mencetak kurva. meski tak dapat melihat benda angkasa yang dimaksud, ia dapat melihat sesuatu yang lebih indah dari itu.

keningnya bertaut, "terus?" tanyanya bingung.

lantas mengudarakan gelak tawa, dengan percaya sang purnama akan malas mendengar jawabnya.

"mau peluk.." ucapnya dengan nada manja, membuka tangannya lebar, dengan penuh harap, bahwa gadisnya akan jatuh ke dalam dekapan itu.

tapi nyatanya sang purnama hanya membalas dengan tawa, serta gelengan, seolah mengatakan ada-ada saja.

"yaudah deh kalo nggak mau, nggak pa-pa. nanti aku bales, liat aja."

lagi lagi gadisnya tertawa. tertanda, sang wasundara yang tak henti melukis lengkung ayu pada purnama.

langit yang sabak nampak perlahan pudar, peluangnya besar pulang tanpa tertimpa hujan. seperti pada awal tiba, sang purnama agak tak rela. memangnya harus sekarang? tapi nyatanya kala ia dekat, sang teruna tak berbuat apa-apa.

"jadi hujan-hujan datang kesini buat apa coba?" tanya purnama heran.

"buat ini-"

karena sebelumnya ia gagal memeluk gadisnya, tapi kali ini takkan ia biarkan gagal untuk yang kedua kalinya. lantas tangannya terulur menarik punggung sang purnama jatuh ke dalam dekapannya. raditya butuh purnama untuk menghangatkannya.

"maafin aku, purna."

hai, update spesial akhir tahun ✦( HAHAHAH uda mau setahun cie )

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

hai, update spesial akhir tahun ✦
( HAHAHAH uda mau setahun cie )

mungkin yang udah baca dari chapter pertama merasakan perbedaannya. nggak tau deh ngerasa apa nggak, tapi aku cukup ngerasain itu.

ih aku pengen ngerevisi chapter-chapter sebelumnya, cuma nggak tau kapan :(

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 21, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ruang gaduhTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang