Part 1

85 13 2
                                    

  "Hari pernikahan itu sudah didepan mataku aku harap akan selamanya aku bersama Alan lelaki pilihanku" ujar Nazira Alecia yg sering disapa Cia oleh Alan kekasihnya itu

"Alecia ayo segera kebawah acara akan segera dimulai nak" ajak sang ibu yg mengampiri putrinya

"Aku sangat gugup bu"

"Tidak usah gugup kau akan segera berbahagia bersama kekasihmu itu" peluk sang ibu

"Terimakasi bu" membalas pelukan itu

  Dengan gaun putih yang anggun bak seorang putri Alecia turun ke tempat dimana calon suaminya telah duduk disana bersama sang ayah dan penghulu.
  Semua mata tertuju pada Nazira Alecia begitupun Alan yang tak bisa berhenti berpaling menatap calon istrinya itu, Alecia pun duduk disamping Alan

"Kamu cantik sekali" bisik Alan ketelinga Cia yang hanya tersenyum malu mendengar itu

"Baik acara akan segera dimulai"

"Saya nikahkan Nazira Alecia binti Rayn Prayugo dengan Alan Akasia bin Tomi Akasia dengan mas kawin 10 gr emas dibayar tunai"

"Saya terima nikahnya Nazira Alecia binti Rayn Prayugo dengan mas kawin tsb dibayar tunai"

"Bagaimana para saksi sahhh"

"Sahhhhh"

"Alhamdulillah"

  Pernikahan pun berjalan dengan lancar sampai ahirnya Cia dan Alan pergi ke kamar cia saat itu.

"Akaa aku sangat lelah" ujar cia dengan manjanya

"Mandilah setelah itu istirahat" Alan mengecup kening cia dg lembut

"Baiklah aku akan segera mandi dan beristirhat, aku mandi dulu suamiku ehhheeh" Cia segera kabur ke kamar mandi karna malu Alan tertawa manja

   Setelah beberapa menit kemudian Cia keluar dari kemar mandi dengan handuk yang hanya mencapai pahanya sehingga Cia tampak sexi malam itu Alan yg tak pernah melihat Cia begitu, nampak melihat Cia tanpa kedipan.

"Aku sudah selesai, akaaa cepatlah mandi" ujar cia santai

"Hmm baiklah" ujar aka yg tak berhenti menatap seluruh tubuh cia

"Akaaa mengapa menatapku seperti ituuu" ujar cia manjaa

"Tidakk, tidak ada hmm kamu sexi sekali" bisik Alan yg membuat Cia terdiam

"Ihhh kamuuu cepat sana mandi"

   Ahirnya aka pun telah selesai mandi dan berganti pakaian dengan pakaian tidur juga
  Cia tetap tampak sexi dengan gaun tidur yang hanya sekitar satu jengkal saja menutupi paha nya yang membuat Alan makin tak tahan kan diri

"Sayang.. apa kamu akan langsung tidur?" Tanya alan hatihati

"Hmm iyaa sepertinya, mengapa apakah kamu keberatan"

"Aku masih merindukanmu sayang" Alan mulai mendekat Cia

  Jantung Cia seakan ingin copot saat Alan juga menduduki ranjang itu dan mendekatinya wajah alan makin mendekati wajah imut istrinya itu perlahan ia sentuh bibir merah cia dengan tak berhenti berkedip jantung Cia makin tak beraturan dia tak bisa apa apa selain pasrah dengan yg dilakukan suaminya itu.

"Kamu wangi sekali" Alan mencium leher Cia dengan manja

"Akaaaa geliii" Cia makin manja

"Kenapa siii aku hanya ingin mencium lehermu yang wangi ini"

   Setelah mencium leher Cia bibir Aka tampak berjalan ke bibir Cia dan menempelkannya, jantung Cia semakin kencang setelah itu Alan mulai mencium bibir Cia dan Cia pun membalas ciuman itu mereka berdua tampak menikmatinya.

TOXIC [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang