Chapter 39 Masa Lalu

34 3 0
                                    

Shinra melihat tangan Yuri Chan dan Raptharia bergetar, Shinra langsung menggenggam tangan mereka berdua.

"Tenang, kalian yang sekarang berbeda dari yang dulu, sekarang kalian kebihkuat dan hebat. Dan jika terjadi sesuatu aku akan melindungi kalian apa pun yang terjadi." Kata Shinra untuk menenangkan mereka.

"Baik kak."

"Baik Tuan."

Jawab mereka.

"Lagi pula mengapa kita terburu buru?" Tanya Mikasa

"Sekarang kita sedang diincar oleh anak buah iblis,, kita tidak bisa membuat warga disini terkena akibatnya, dan aku tidak ingin kejadian itu terulang." Jawab Shinra dengan wajah serius

"Baiklah." Jawab Mikasa sedikit merenung.

"Baiklah semuanya mari kita istirahat dan mempersiapkan segalanya untuk besok."

"Baik."

"Oke"

"Baik Tuan."

Jawab mereka

Mereka pun kembali kekamar masing masing.

Saat semua tidur Shinra msaih sibuk dengan aksesoris yang sedang dia buat. Karena sedikit bising Mikasa terbangun.

"Suara apa sih itu?"

Mikasa mengikuti suara itu dan dia sampai di kamar Shinra, karena pintu kamar Shinra sedikit terbuka Mikasa mengintipnya tetapi dia masih tidak tau apa yang Shinra lakukan karena tertutupi oleh badannya.

Mikasa pun membuka pintunya dan berkata.

"Katnyasuduh istirahat tapi kok kau sibuk malam malam begini?"

Shinra langsung merapikan semua barang saat mendengar suara Mikasa.

"Iya Iya sebentar lagi aku akan tidur."

"Sana tidur.'

"Iya Iya."

Mikasa pun kembali kekamarnya dan Shinra masih melanjutkan kerjaannya dengan lebih berhati hati dan tenang.

Keesokan harinya semua bangun pagi dan langsung membersihkan diri dan merapikan semua barang.

"Bagaimana semua sudah siap?" Tanya Shinra sambil mengeluarkan sihir ruang

"Sudah Tuan."

"Sudah kak."

"Sudah."

Jawab mereka

"Kalau sudah masukkan tas kalian kedalam sihir ini agar tidak keberatan saat perjalanan nanti."

"Baik." Jawab mereka bersamaan.

"Apakah aman meletakkan barang didalam sihir ini?" Tannya Mikasa yang meragukan sihit ruang Shinra.

"Tenang sihir ruang ini akan memanggil ruang yang tetap dan tidak akan salah." Jawab Shinra dengan percaya diri."

"Okelah." Balas Mikasa

Mereka pun pergi ke tempat resepsionis untuk mengembalikan kunci. Shinra memroses semuanya. Setelah selesai mereka keluar dari penginapan dan ingin langsung melanjutkan perjalanan. Namun saat keluar dari penginapan Shinra dan rekan rekannya sudah datangi banyak warga yang telah berbaris membentuk jalan kearah jalan keluar desa. Dan itu merasa tidak pantas karena seharusmya dia bukanlah pahlwan lagi, namun para ras elf, dwarf, dan setengah manusia menggagap mereka adalah pahlawan yang sesungguhnya.

"Kepada pahlawan, hormat!! Gerak!" Teriak pemimpin desa Dwarf

Raptharia dan yang lainya tersenyum melihat perlakuan warga yang sangat hangat dan ramah. Mereka pun berjalan menuju gerbang desa saat sedang berjalan ada seorang anak kecil berteriak.

Zero Kara no watashi no TabiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang