balonku ada 5

139 28 3
                                    

.
.
.
.
.Cokolatos, mama mia lejatos

Ice itu sangat suka coklat kalau kata Solar.

Kalau belanja bulanan pun coklat akan masuk dalam daftar belanja mereka.

Ice juga sering melihat asmr atau mukbang makanan yang bersangkutan dengan coklat. Solar tahu itu karena ketika bersama dengan si kakak, pasti yang jadi tontonan yutub dan igeh nya adalah makanan, coklat.

"Sol, beliin coklat ya. Coklatku abis buat bahan biskuit Bang Taufan."

Solar yang akan pergi ke rumah temannya terhenti di depan pintu sambil mendengarkan permintaan serta curhatan Ice dalam dua kalimat.

"Oke."

Setelah dia di luar rumah, Solar tersadar akan sesuatu.

"Tumben itu orang enggak nge jokes."

Mungkin karena coklatnya habis Sol.

.

.

.

.Darling

Ayahnya itu definisi bucin yang nyata. Sebuah contoh dari budak cinta. Solar kadang dibuat ilfil atau cringe sendiri saat Ayah dan Ibunya sedang tebar kasih sayang.

Tidak, Solar itu tidak iri ataupun bagaimana, tapi kadang Solar merasa Ayahnya itu benar-benar membuat inovasi baru soal menggombal. Padahal umurnya sudah tidak muda lagi dan sudah beranak tujuh.

Pernah suatu ketika, saat abang-abangnya sibuk sendiri, Solar duduk di belakang rumah dengan ibu dan ayahnya.

Solar dan ibunya membaca buku, tapi ayahnya entah sedang dalam mood apa, sejak tadi hanya cemberut saja. Solar sih masa bodoh, tapi ibunya menghela napas dan akhirnya menyerah mendiamkan Ayah.

"Kamu itu daritadi kenapa sih?"

Ayahnya tidak menjawab dan malah menatap Ibu secara lebih intens lagi.

"Kenapa? Mukamu itu daritadi kenapa deh kayak gitu mulu?"

Ayah memundurkan wajahnya.

"Coba kamu ngaca deh," katanya.

"Ngaca gimana?" Ibu bingung, Solar yang mendengarkan daritadi juga bingung.

"Ngaca aja coba."

Dalam kebingungan Ibu menuruti perkataan Ayah dan berkaca lewat kamera handphone karena di sana tidak ada cermin.

"Kenapa deh? Perasaan cakep juga," kata Ibu setengah bergurau.

"Iya itu. Yang bikin aku daritadi kayak gini. Heran, kok cakep, cantik banget deh. Makin dilihat makin cakep, Ayah gak paham lagi."

Wajah ibu terlihat tidak bisa menyembunyikan malunya.

"Kamu kenapa sih?" Ibu memukul lengan Ayah main-main.

Kalau di komik atau anime yang dilihat Taufan, pasti ibu sudah memerah sampai telinga. Sementara Ayah masih terus menatap ibu terkagum-kagum.

Solar mati kutu di tengah kemesraan mereka.

"Ewhhhh, ada anak di bawah umur di sini???" batin Solar berontak karena dua manusia di samping kanannya seakan lupa kalau dia masih ada di sana.

.

.

.

.Dipikir-pikir, ngapain dipikir

"Sol, kadang aku heran deh. Kenapa ya, ayam bisa dapet genetik nya T-Rex tapi gak gede kayak T-rex?"

Daily SolarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang