CHAPTER 1 | Sekelas

1.6K 216 7
                                    

LILYN: Never Let Me Go

Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.

LILYN: Never Let Me Go

CHAPTER 1 | Sekelas

Suasana pagi yang cerah terasa seperti kanvas yang diselimuti oleh cahaya lembut dan udara segar

Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.

Suasana pagi yang cerah terasa seperti kanvas yang diselimuti oleh cahaya lembut dan udara segar. Matahari naik perlahan di ufuk timur, memancarkan sinarnya yang hangat dan memperlihatkan warna-warni langit yang bergradasi dari biru gelap hingga oranye cerah. Udara sejuk pagi menyapa wajah dengan lembut, memberikan energi dan semangat untuk memulai hari dengan penuh antusiasme. Di pagi yang cerah dan segar ini, Delynn bersiap-siap untuk menjemput pacarnya ke sekolah. Setelah memastikan semuanya siap, Delynn segera berangkat ke rumah Lily dengan senyum bahagia di wajahnya.

Tepat pukul 06.10 Delynn tiba di rumah Lily. Kebetulan gerbang rumah Lily sedang terbuka, ia langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu garasi. Delynn mematikan mesin dan turun dari mobilnya.

Delynn mengetuk pintu rumah Lily sambil membawa sebuket bunga, khusus untuk pacarnya.

Setelah sebentar menunggu, pintu rumah pun terbuka, menampilkan Violet yang tersenyum kepada Delynn. Gadis remaja itu menunduk sopan lalu tersenyum.

"Selamat pagi Tante Violet," sapa Delynn mengucapkan selamat pagi.

"Selamat pagi juga, Delynn. Mau jemput Lily, ya? Enggak kepagian?" tanya Violet, Mamanya Lily.

Delynn menghela napas lalu mengangguk. "Mungkin terlalu bersemangat, Tante."

Violet terkekeh mendengar jawaban Delynn. "Mari masuk, tunggu di dalam rumah aja," ajak Violet. Gadis remaja itu mengangguk lalu mengekor Violet.

"Lily-nya masih ngapain Tante?" tanya Delynn ketika masuk ke rumah.

"Lily kayaknya masih siap-siap di kamar. Biasalah, anak gadis kan kalau lagi dandan suka lama. Kamu samperin aja ke kamarnya enggak dikunci kok," jawab Violet. "Oh ya, sekalian tolong suruh ke sini, ya, kita sarapan dulu."

"Oke, Tante."

Delynn melangkah menuju kamar Lily yang berada di lantai dua. Sesampainya di sana, Delynn membuka pintu kamar Lily. Dia melihat Lily sedang duduk di meja rias sambil berdandan di cermin. Gadis itu sibuk memoleskan wajahnya menggunakan pelembab dan bedak tipis. Lalu, Lily juga memoles bibirnya menggunakan liptint. Saking fokusnya merias wajah, Lily sampai tidak sadar akan keberadaan Delynn yang ada di kamarnya.

LILYN: Never Let Me GoWo Geschichten leben. Entdecke jetzt