2

4K 76 0
                                    

_____
Bagaimana rasanya berbagi cinta? Sangat menyakitkan
_____



Di pagi minggu ini Vianka sudah selesai mandi dan melihat daftar list yg sudah ia kerjakan semalam

Daftar kegiatan Vianka hari minggu.
-pergi ke taman
-bermain dengan anak-anak
-ke danau rahasia
-beli snack
-bales dendam kak Reina!

"ok udah siap" Vianka segera turun ke bawah meminta ijin ke mamah pergi keluar

"mamah Vianka pergi dulu ya mah" Vianka menyalimi tangan sang mamah, "Mau kemana kamu?"

"keluar"

"hufft, yaudah sono tapi pulang nya jangan malem-malem"

"Aasssshhhiaaapppp"
-kobam ata

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Vianka yg sudah siap untuk pergi ke taman membawa sebungkus permen dan kamera di dalam tas nya. Mungkin ini sudah jadi salah satu hobinya, membeli permen yg banyak lalu kasih ke anak kecil.

Vianka memang sangat menyukai anak kecil jadi wajar saja di hampir melakukan itu setiap minggu pagi.

Vianka melihat segerombolan anak kecil dari ujung sana sedang bermain dengan gembiranya, segera Vianka menghampiri mereka

"Hallo children" Vianka menebarkan senyumnya yg sangat lebar.

Sebagian anak di sekitar taman sudah mengenali Vianka yg selalu mengasihi mereka permen, bahkan ada rela menunggu dari pagi untuk bertemu dengannya. "Hallo juga ka Viankaaa"

Vianka mendudukan dirinya di atas rumput tepat beberapa anak kecil menggambar di bawah. "Kaka bawa permin nih, SIAPA YG MAUUUU??" Vianka mengeluarkan permennya, sontak membuat anak-anak yg melihat nya menghampiri vianka untuk meminta permen

"Kaka aku mau permennya"

"Ka bagi aku"

"Ihh aku mau permen itu"

"Kaka cantik aku mau jugaa"

Anak-anak sudah berhasil mengelilingi Vianka dan menyerangnya.

"kalau kalian mau permennya kalian harus duduk manis dulu!" perintah Vianka.

Tidak perlu menunggu lama, anak-anak sudah menuruti perintah Vianka 'demi permen'

Setelah memastikan bahwa sudah duduk semua, Vianka membuka suara. "Kalau kalian mau permen ini, kalian harus jawab pertanyaan kaka dulu. Satu orang akan mendapatkan satu permen,yg tau jawabannya langsung tunjuk tangan yaa"

"Siap?" Vianka memberi aba-aba

"SIAPPP" mereka menjawab dengan penuh semangat

"Ada yg tau 2x5 berapa?" ada salah satu anak mengangkat tangannya dan menjawab pertanyaan Vianka dengan lantang. "10 KAA"

"Pinterrr, siapa namanya? " anak itu menjawab dengan malu-malu, "Nana ka" kepalanya tertunduk

Vianka mengambil satu permen dari bungkus yg ada di tangan nya dan ngasih permen tersebut ke anak yg bernama Nana tadi, "Makasih kaa" senyum cerah dari bibir anak itu terlihat

"Sini-sini poto dulu sama kaka" Vianka mengarahkan kameranya ke arah dirinya dan Nana

"Satu... Dua... Tiga"

Cekrek

"Makasih Nana" Vianka membelai rambut Nana

"Siapa yang mau permen lagiiii?" Vianka mengangkat permennya tinggi

"AKKUUUU"








Tidak terasa sekarang sudah jam 15.07pm yang artinya Vianka harus pergi dari taman dan selanjutnya pergi ke 'danau rahasia'

Tidak terlalu jauh untuk bisa sampai ke sana jika berarah dari taman yang Vianka tempatin tadi.

Setelah sampai, hanya ada keheningan di sana dan ketenangan.

Vianka mendudukan dirinya di bawah pohon yang berhadapan langsung dengan danau dan meletakan tasnya di samping.

Lalu Vianka mengambil sebuah buku -mungkin dairy dari tasnya. Dairy? Setahuku Vianka tidak mempunyai buku dairy kecuali 9 tahun yg lalu.

Vianka merenungkan niatnya, apakah dia membuka dairy tersebut atau tidak? Masalahnya dia takut terjebak kembali dengan masa lalu. Vianka memutuskan untuk tidak membuka dairy tersebut

Biar buku itu saja yang merasakan kenangan pahitnya di masa lalu.

Vianka kesal kenapa kemarin harus dia yang harus membersihkan gudang, kenapa dia yang harus mengingat kenangan masa lalu nya? Padahal ada orang lain yang seharusnya juga merasakan.

Entahlah Vianka mungkin 'galau'

Juga, Vianka ingin memakai kembali kalung yang waktu itu ada di dalam box kecil. Tapi, lagi-lagi Vianka bingung

Takut tidak bisa lepas dari masa lalu.

Bukankah masa lalu itu hanya sebuah pelajaran untuk menjadi lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama pada masa yang akan datang? Tapi itu tidak mudah bagi Vianka

Mungkin kalian yang mebacanya terasa sangat biasa. Tapi, bagaimana jika kalian yang berada di posisi Vianka saat ini?

Next, Vianka selepas dari danau mampir terlebih dahulu ke minimarket. Terlihat satu plastik penuh berada di genggaman Vianka yang diisi penuh sama chiki-chiki,  es krim, coca cola dll.

Terlihat Vianka yang sudah sampai di depan rumah segera masuk, dia tidak melihat keberadaan Reina. Mungkin di kamarnya.

Setelahnya, Vianka segera pergi ke dapur melancarkan aksinya, ngerjain kak Reina balik. Sesudahnya Vianka membuat satu porsi nasj goreng dan susu putih dia meletakannya di meja makan.

"KAK REINA INI NASI GORENG SAMA SUSU PUTIH PUNYA SIAPA" Vianka terkekeh membayangkan reaksi berikutnya

"Mana mana" belum ada 5 menit Reina sudah ada di dapur setelah mendengar perkataan sang adik

"Tuh, gua gak tau itu buat siapa. Tapi, kayaknya buat lo aja deh soalnya gua udah kenyang" Vianka melipatkan tangannya di dada menambah kesan acting

"Good" Reina duduk di meja makan yang menatap depannya dengan tatapan lapar. "Yaudah sono, gua mao makan" Reina mengambil ancang-ancang untuk makan

Kemudian Vianka segera lari menuju kamarnya dan mengunci pintu rapat-rapat. Tentu saja di puas atas perbuatan nya yang sedari tadi Vianka tidak berhenti tertawa dan menunggu reaksi Reina.

5 menit sudah berlalu Vianka seperti memberi aba-aba atas kemurkaan Reina.

"satu..."

"...dua"

"...tiga"






"VIANKAAAAA SIALAN LO NGERJAIN GUA YAAA"




"HAHAHAHAHA" Vianka merasa puas mengjahili sang kaka. Yang tadi sengaja dia memasak nasi goreng yang dia taburi banyak cabai, dia tau kakaknya tidak suka pedas jadi sengaja Vianka menaruh banyak cabai dan ternyata tidak disadari sang kakak. Kemudian, Vianka menaruh 3 sendok makan garam ke dalam susu tersebut. Bayangkan betapa asinnya susu itu.





Intinya Vianka puas sudah mengjahili Reina.

Be Sincere✖RevisiWhere stories live. Discover now