twee

7.3K 939 67
                                    


Mari sejenak mundur ke belakang. Mengulas semua kisah pilu yang mengenaskan serta menyakitkan.

Ini bukan masalah cinta, namun obsesi seorang Na Jaemin.

Sebelumnya, Airin tak pernah sekalipun tinggal ataupun terbesit di dalam pikirannya.

Tapi saat pertama kali melihat gadis itu, indra penciumannya langsung menangkap aroma vanilla Airin yang menyeruak ke hidungnya dan membuat Jaemin lumpuh dan jatuh ke dalam gadis itu.

Jaemin awalnya tak menyadarinya. Dia tak ingin memegang tangan Airin.

Tapi lambat laun, sebagian dirinya ingin membuat Airin terbakar dan memeluknya sementara api membakar dirinya dengan Airin dalam kekekalan abadi.

Ia ingin memakan hati Airin, jadi dia tahu bahwa hanya dia yang memilikinya sepenuhnya.

Dia benci melihat Airin yang tersenyum semudah itu. Terlihat seperti gadis murahan. Jaemin hanya ingin senyuman itu tertuju padanya. Bukan yang lain.

Rasanya dia ingin mengoyak mulut gadis itu. Supaya berhenti melontarkan senyuman. Ini menyakitinya.

Obsesi itu tumbuh bagaikan bencana yang menghancurkan lanskap kosong. Seperti tanaman asing yang aneh tumbuh di tanah kering.

❝Kamu siapa?❞

25 Mei, tanggal yang patut dilingkari sebagai kemajuan Jaemin dalam mendekati gadis itu.

❝Aku? Kamu ga kenal aku?❞

Manis.

Ya, Jaemin harus bersikap manis dan gentle seperti yang diharapkan banyak gadis pada umumnya. Itu salah satu cara meluluhkan makhluk pemeras seperti mereka.

Dan dia percaya Airin adalah salah satunya. Namun tak apa, seluruh langit dengan segala isinya pun akan ia beri kalau Airin dengan sukarela pula memberikan tubuhnya untuk ia cicipi.

Airin menggeleng. Sempurna. Baru kali ini ia menemukan gadis yang tak tahu siapa dirinya. Menarik sekaligus kesal. Karena Jaemin tak suka diabaikan, maka tentu saja gadis itu harus mengenalnya.

❝Aku Na Jaemin.❞

Awal yang bagus.

❝Jeon Airin.❞

Jaemin menjabat tangan Airin, cukup lama. Airin meringis pelan melihatnya. Ia merasa canggung karena dia tak mengenal siapa itu Jaemin.

❝Um, aku ada kelas. Duluan ya, maaf.❞ tandasnya seraya melepas tangan Jaemin.

Dia risih dan Jaemin tahu itu. Ia menatap kesal pada punggung Airin yang semakin jauh.

Mulai saat ini, dia akan memastikan kalau gadis itu pasti bertekuk lutut di bawahnya dan tak akan beranjak pergi darinya barang sedetik pun.



OBSESSION.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang