veertien

3.6K 566 35
                                    

sekedar info,,,,,kemarin aku double update. dan hari ini pun juga. thank you 💜 jangan lupa komen dan vote ya! hehe 🙏💜

--

Airin merasakan kobaran api menyelimuti tubuhnya, membekap wajahnya, dan membuatnya kesulitan bernafas.

Selama ini dia tahu, hidup yang ia jalani penuh dengan bahaya dan risiko. Terlebih sekarang Jaemin berada di dekatnya.

Berada didekatnya sama seperti sedang bermain dengan api. Membahayakan, namun memberi sensasi yang hebat saat kita dapat membuatnya tunduk dalam kontrol kita.

Sebut saja Airin mulai gila, karena sekarang dia sudah mulai ketergantungan dengan Jaemin.

Pria itu sukses membuat Airin bingung, sedih, marah, frustasi, sekaligus bahagia.

Tapi ada satu hal yang membuat Airin kesal. Jaemin selalu menyebut nama 'Hae' di tengah-tengah kegiatan panas mereka atau saat dia mengigau.

Dan Airin membenci si 'Hae' itu meski tak tahu siapa sosok yang Jaemin sebut selama ini.

Airin benci mengakuinya, namun untuk saat ini, perasaannya kepada Mark mulai luntur. Entah mengapa.

Airin mendekatkan tubuhnya ke Jaemin dan menggoyangkan tubuh pria itu.

Jaemin membuka matanya dan menatap Airin. ❝Apa?❞ tanyanya dengan suara serak.

❝J-jae, boleh gak kalau aku mauㅡ❞

❝Gak.❞ tukas Jaemin cepat. Dia tahu apa yang gadis itu inginkan.

Kebebasan.

Sayangnya Jaemin tak akan memberinya dengan cuma-cuma.

Airin mendesah kecewa dan mengernyitkan dahinya. ❝Kenapa?❞

❝Bukannya sudah jelas? Kamu milik aku. Ga boleh kemana-mana. Cukup di sisiku selamanya dan kamu bakalan hidup tenang.❞ ucapnya posesif.

Airin tersenyum miring. ❝Tahu gak? Aku capek denger balasan yang sama terus menerus. Kamu memuakkan, tahu?❞

Jaemin menggeram kesal dan mengubah posisinya menjadi duduk sambil menatap gadis itu nyalang.

❝Kamu udah berani?❞

Airin menaikkan salah satu alisnya. ❝Of course. Why not? Kamu udah ngurung aku hampir 1 bulan lamanya. I'm stressedfuck!❞ umpatnya saat tangan Jaemin tiba-tiba menyentuh punggungnya.

❝Be-berhenti...❞ lirih Airin. Punggungnya adalah bagian tubuhnya yang paling sensitif.

Jaemin menyunggingkan senyumnya. ❝Just be a nice girl, okay? bisiknya kemudian Airin terpaksa mengangguk sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi lagi.

Keheningan sempat melingkupi ruangan itu. Namun tak lama kemudian, Jaemin membuka suaranya.

❝Kamu masih suka sama Mark?❞

Airin buru-buru mengalihkan pandangannya saat Jaemin menatapnya penasaran.

Jaemin mendecak sebal dan tangannya bergerak ke dagu Airin menariknya untuk menatap Jaemin.

❝Jawab jujur.❞ desaknya.

Ingin rasanya Airin mengelak, tapi lidahnya mendadak kelu. Tak bisa menyangkal. Perasaan suka masih ada meski hanya setitik.

Lantas, Airin hanya bisa menggeleng. Walaupun sebenarnya dia bimbang. Hatinya merasa aman dan terlindungi setiap bersama Mark.

Namun hanya dengan Jaemin dia merasa nyaman dan senang, sekaligus terancam.

Keduanya memberikan dampak yang berbeda dalam hidupnya.

Kalau menurut kalian, haruskah Airin memilih Jaemin atau Mark? Karena Airin sekarang kebingungan. Dia buta arah. Dia butuh tuntunan.

❝A-aku ga tau.❞

Jaemin menghela nafasnya.

❝Oke.❞

Oke? Hanya itu balasannya? Dia sudah puas dengan jawaban Airin?

Entah mengapa, hati Airin semakin tak tenang mendengar jawabannya.

❝Memangnya kalau aku masih suka, kenapa? Kamu mau apain Mark?❞ tanya Airin hati-hati.

Mata tajam Jaemin kembali menatap Airin saat mendengar kata suka.

Tangannya terkepal. Airin yang menyadari perubahan Jaemin buru-buru mengelak. ❝Nggak! Maksudku, misalnya. A-aku udah gak suka sama dia.❞

Padahal Airin tak perlu mengelak dengan berbohong mengatakan sudah 'gak suka sama dia' tapi nyatanya dia berbicara seperti itu untuk menenangkan Jaemin.

Jaemin menyeringai. ❝Aku mau apain dia juga suka-suka aku. Tugas kamu cukup diam di apartementku and be a good girl. Understood?

Airin mengangguk pelan. ❝O-okay...❞ untuk beberapa alasan, dia takut. Takut kalau Jaemin akan melukai orang lain lagi.

Cukup dia saja yang pria itu sakiti. Yang lain jangan sampai.






OBSESSION.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang