Part 7

123 20 2
                                        

Happy Reading ~

.
.
.
.
.

Seharian ini Loey hanya sendirian saja di rumah. Sejak pagi tadi Baekhyun sama sekali belum pulang ke rumah, padahal biasanya sebelum malam gadis itu sudah di rumah. Loey merasa bosan dan tidak tau ingin melakukan apa lagi.
Ia sudah menghabiskan seluruh makanan yang di buat kan Baekhyun tadi pagi. Ia juga sudah memakan ayam dan ice cream nya. Jadi Loey hanya berbaring terlentang di lantai ruang tengah sambil menunggui Baekhyun pulang. Belum lagi energi nya perlahan melemah karna ia habiskan untuk bersih bersih kamar mandi tadi.

"Kenapa Baekhyun lama sekali. Tadi pagi dia bilang akan pulang sebelum makan malam" ucap nya seorang diri.

Ia merubah posisinya yang tadi terlentang menjadi tengkurap "Bosan sekali. Energi ku juga perlahan melemah"

Loey menatap pintu masuk itu sembari berharap Baekhyun muncul dari balik sana. Perasaan nya tiba tiba terasa aneh. Teringat sesuatu, Loey langsung terduduk dan menunduk melihat dada nya.

"Tidak mungkin juga jika Baekhyun dalam bahaya. Dada ku tidak sakit juga" laki-laki itu lantas membawa langkahnya ke arah jendela dan melihat keluar sana.

"Sudah gelap.." Lirih Loey. Ia menyandarkan kepalanya di dinding sembari matanya terus menatap keluar jendela.
Helaan nafas pelan lolos dari bibirnya, menandakan saking bosan nya ia hari ini. Jadi Loey memutuskan untuk menunggu Baekhyun di luar rumah saja.

"Tidak apa apa kan jika hanya menunggu disini" Loey membuka pagar kayu itu dan duduk disana. Ia mendongak menatap bintang di atas sana dengan pandangan takjub.

"Jika di lihat dari bawah sini ternyata kalian secantik ini" Loey tersenyum. Menatap bintang seperti ini selalu menjadi hal yang paling menyenangkan baginya.

"Apa aku akan baik-baik saja jika tinggal disini selamanya? Semuanya akan baik-baik saja kan?" Tanya Loey entah pada siapa. Ia berusaha mengingat bagaimana ia di masa lalu
Apakah dulu ia tinggal di langit juga? Bagaimana cara nya ia bisa sampai kesini dan menjadi batu Ruby?

Sadar jika ada yang memperhatikan, Loey menegakkan badannya dan melihat sekeliling. Tiba tiba saja matanya menangkap sosok yang tidak asing yang berdiri tidak jauh dari tempatnya saat ini. Tubuh nya menegang dan tanpa sadar tangan nya mengepal hingga mata nya berhasil meloloskan setetes liquid bening

"Kau.."

.
.
.
.
.

Sementara di sisi lain, Baekhyun sudah gemas dengan dua orang di hadapannya ini. Tadi pulang dari kantor, Junmyeon juga Irene langsung menyeret nya dan memaksa nya ikut ke rumah Irene. Malam ini ibu Irene memasak makan malam banyak sekali dan menyuruh Irene untuk mengajak Junmyeon dan Baekhyun.
Dan disini lah Baekhyun berakhir sekarang.
Sebenarnya makan malamnya sudah berakhir sejak satu jam yang lalu, tapi dia sejoli itu belum juga mengijinkan Baekhyun untuk pulang. Sementara Baekhyun sendiri sudah ngebet ingin pulang.

Bukan apa apa, Loey pasti belum makan malam. Belum lagi anak itu akan bosan menunggu sendirian dari pagi hingga malam seperti ini.

"Byun Baekhyun, kau kenapa? Dari tadi kau seperti cacing kepanasan. Setiap menit memeriksa ponsel. Memang nya siapa yang akan menghubungi mu?!" Sewot Irene yang sudah tidak tahan melihat kegelisahan Baekhyun.

"Bukan begitu. Nanti aku ketinggalan busway. Ini sudah hampir jam 10 malam" jawab Baekhyun bohong. Nyata nya ia sedang kepikiran dengan Loey.

UNREAL Where stories live. Discover now