446 22 2
                                        

༺ 𝙃𝘼𝙋𝙋𝙔 𝙍𝙀𝘼𝘿𝙄𝙉𝙂 ༻

Tiga tahun kemudian..

Sudah tiga tahun lamanya tujuh pemuda ini kini sudah sibuk dengan hidupnya masing-masing. Mungkin di manapun mereka berada pasti saling rindu dengan masa-masa dulu saat masih menjadi seorang pelajar dimana mereka saling bertemu dan bercanda ria. Tapi, sekarang itu hanya sebuah kenangan yang tidak akan dilupakan seumur hidupnya.

Mungkin dari mereka sudah menemukan masa depannya, dan mungkin sudah ada yang berubah yang dulunya bersikap seperti anak kecil sekarang sudah bisa bersikap lebih dewasa dari sebelum-sebelumnya, yang dulunya cuma bisa iri melihat kebucinan temen-temennya sekarang mungkin sudah menemukan belahan jiwanya.

Yang dulunya playboy setengah mati sekarang udah cinta mati banget sama pilihannya dan ga bakal ngelirik yang lain. Yang dulu anaknya kalem sekarang udah makin kalem dan berkelas. Entah sikap, penampilan, atau lainnya yang berubah mereka masih tetaplah orang yang sama.

"Sayang, sibuk ga?"

"Sibuk banget. Kenapa?"

"Kangen.."

"Boong."

"Ga bohong tau, beneran. Semenjak kamu jadi produser musik kita jarang banget punya waktu luang buat jalan bareng."

"Kamu juga sibuk. Ga cuma aku."

"Iya sih, tapi kan aku masih ada Pak Han yang bisa gantiin aku bentar."

"Eh, kamu tuh CEO loh. Bisa-bisanya, mau bolos kamu hah?"

"Ga bolos, aku cuma pengen ketemu sama kamu sayang.. Aku kangen."

"Huh.. Yaudah, hari minggu ketemuan. Tapi aku ga bisa janji, siapa tau aku sibuk."

"Yahh.. Kamu mah,"

"Cih iya, iya!"

"Nah! Ketemuan di tempat yang kaya biasanya ya, aku tunggu. See you my love!"

"Hm.. See you.."

"I love you, muach! Bye, aku tutup ya?"

"Love you more, iya byee."

Tut

Telepon mati secara sepihak. Dan waktunya kembali bekerja..

"Pak Kim! Pak Kim!"

"Ya? Ada apa?"

"Anu Pak, ada yang demo didepan gedung.." Ujarnya sambil ngos-ngosan.

"Terus? Apa hubungannya sama saya?"

"Mereka pengen ketemu dengan anda Pak Kim."

"Apalagi? Masalah apa?"

"Saya juga gatau Pak, tiba-tiba dateng terus bikin ricuh."

"Sial. Mau apa sih." Dia berdiri dari kursinya sambil mengambil jasnya lalu memakainya. Saat dia keluar dari lift dan menuju ke pintu utama atau pintu masuk orang-orang yang dimaksud semakin ricuh melihatnya.

Yoonjin•_♡ || Part 2 ✔Où les histoires vivent. Découvrez maintenant