Chapter 4

2 1 0
                                    

Hari itu, suasana kelas begitu ramai ketika guru memberikan tugas kelompok kepada siswa-siswi

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Hari itu, suasana kelas begitu ramai ketika guru memberikan tugas kelompok kepada siswa-siswi. Aghniya, Sarah, Rujhan, dan beberapa siswa lainnya berkumpul dalam satu kelompok. Mereka diberi tugas untuk membuat proyek tentang keanekaragaman budaya di sekolah.

"Aghni, kamu bisa nanganin bagian risetnya, ya?" usul Rujhan sambil tersenyum.

"Ya, tentu. Aku bakal cari informasi sebanyak mungkin," jawab Aghniya dengan semangat.

Sarah, yang duduk di sebelah Rujhan, memperhatikan Rujhan dengan sorot mata penuh arti. Namun, Rujhan, yang terlalu fokus dengan pembagian tugas, tak menyadari pandangan Sarah.

Seiring berjalannya waktu, kelompok mereka semakin akrab. Mereka sering bertemu di perpustakaan atau kantin untuk membahas tugas kelompok. Aghniya yang cerdas dalam riset, Rujhan yang ahli dalam penyusunan laporan, dan Sarah yang penuh kreativitas, membentuk tim yang solid.

Suatu hari, setelah kelas berakhir, mereka memutuskan untuk mengerjakan proyek di rumah Rujhan. Aghniya dan Sarah setuju, meskipun Aghniya merasa ada yang aneh dengan sikap Sarah.

Di rumah Rujhan, mereka berkumpul di ruang tamu. Orangtua Rujhan kebetulan sedang di luar kota karena kepentingan bisnis, di rumah hanya ada Rujhan dan beberapa pembantunya saja.

Aghniya terlihat sibuk menyusun data hasil riset, Rujhan membenahi laporan, dan Sarah sibuk mencari ide untuk presentasi dibantu oleh kedua temannya yang lain.

Di tengah-tengah kesibukan itu, Aghniya mendengar obrolan Sarah dan Rujhan yang seolah memiliki kedalaman yang berbeda.

"Suasana di rumah kamu nenangin banget ya, Han. Adem aja gitu," ujar Sarah sambil tersenyum.

"Ya, memang agak sepi sih, tapi aku juga suka. Gimana sama kamu, Sarah?" Rujhan balas bertanya.

"Oh, aku suka juga. Dan... aku suka suasana di sini, lebih spesial," jawab Sarah sambil menatap Rujhan dengan mata berbinar.

Rujhan hanya tersenyum, dia masih terfokus pada laptopnya. Aghniya, yang duduk tidak jauh dari mereka, merasa ada sesuatu yang tak biasa. Pandangan Sarah ke arah Rujhan, ekspresinya yang berbeda, membuat Aghniya menduga-duga tentang apa yang dirasakan Sarah dalam hatinya.

Hari demi hari, gelagat Sarah semakin terlihat. Aghniya mulai menyadari bahwa temannya itu memiliki perasaan khusus pada Rujhan. Meskipun Rujhan masih belum menyadari hal itu.

Suatu saat, ketika sedang istirahat di taman sekolah, Sarah membuka diri pada Aghniya. Mereka duduk di bangku taman yang sepi.

"Aghni, aku mau cerita sesuatu," ucap Sarah dengan wajah yang agak ragu.

"Ya, tentu. Apa yang mau kamu ceritain, Sar?" tanya Aghniya penuh perhatian.

"Sebenernya, aku suka sama Rujhan. Tapi dia kayaknya gak sadar. Aku bingung, gimana ya caranya buat dia tahu perasaanku?" Ungkap Sarah dengan nada ragu.

AQLAMWhere stories live. Discover now