akibat sebuah pertanyaan

12 2 0
                                    

Siang hari itu, suara TV disertai dengan suara ketikan komputer menghalau kesunyian di rumah kecil bercat biru itu. Mata Nana tertuju pada layar televisi di depannya, sementara kakaknya yang duduk di sebelahnya tengah sibuk melakukan pekerjaannya di laptop.

Tiba-tiba saja, layar ponsel gadis itu menyala diiringi dengan bunyi notifikasi pesan masuk. Nana hanya menahan layar ponselnya agar tidak menggelap tanpa mengklik notifikasi pesan masuk itu. Gadis itu memang sering kali membaca pesan yang masuk terlebih dahulu melalui layar notifikasi. Apabila dirasa penting, barulah gadis itu membuka aplikasi chatting-nya.

Kali ini, gadis itu langsung meletakkan jarinya di tempat fingerprint ponselnya. Tampaknya pesan yang masuk cukup penting, hingga Nana langsung hendak membalasnya.

Project HCI (5)
fanny: Gais
fanny: Ada yang paham materi responsive design nga
fanny: Gue sama Leo fail mulu nih bikinnya :"

Leonard: Iya nih wkwkw
Leonard: Bantuin plis

Nana kira bantuan apa yang diminta oleh temannya itu, tapi ternyata isi obrolan grup mereka membuat Nana menyesal karena cepat-cepat membukanya. Tanpa sadar, gadis itu menghelakan napasnya dengan cukup kencang.

"Kenapa lo, Dek?"

"Cape. Punya kelompok ga kompeten semua dah. Pusing."

"Hah? Kelompok apaan?"

"Kelompok project akhir HCI."

Mendengar jawaban Nana, kakaknya itu langsung menolehkan kepalanya dengan dahi yang sudah berkerut.

"What?" tanya Nana, tak mengerti mengapa kakaknya menatapnya dengan tatapan aneh seperti itu.

"Lo masih ada project?"

"Y... ep?"

"Lah, bukannya lo udah masuk minggu-minggu ujian? Minggu lalu lo sambat gara-gara ada temen lo yang nyontek brain.ly, 'kan?"

Kini, pertanyaan kakaknya itu membuat kedua gadis di rumah kecil bercat biru langit itu terdiam.

•  •  •  •  •





<!-- tema hari ini -->

Buatlah tulisan dengan tema "kesalahan besar"

<!-- cuap-cuap penulis -->

ADA YANG NGEH GA KENAPA PART HARI INI KAYAK GINI? HAHAHAH INGIN MENERTAWAKAN KEBODOHANKU 😭😭

Btw gais plis semangatin dong, lagi lelah dengan segala real life dan kesibukannya, ditambah teror 30DWC ini :""") //mulai menyesali keputusan untuk menyerahkan diri sebagai tumbal DWC

RejuvenateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang