sedikit pertolongan

9 2 0
                                    

Nana tengah memperhatikan layar ponselnya yang menampilkan aplikasi Instagram ketika tiba-tiba alisnya berkerut. Di layar ponselnya, tertera sebuah poster ilustrasi yang ada di story salah satu temannya.

FREE ILLUSTRATION FOR YOUR BUSINESS

Nana mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memastikan bahwa penglihatannya tidak salah. Kemudian, Nana mengecek akun Instagram yang mem-posting poster tersebut.

designedbysa

"Gile, beneran," gumam Nana.

"Beneran apanya?" tanya kakaknya, yang ternyata mendengar gumaman Nana.

"Hah? Oh, ini, lo inget Savira, nggak? Temen gue yang waktu itu desainnya gue tunjukkin."

"OH! Yang bagusnya nggak nanggung-nanggung lagi itu 'kan!"

"Iyaa!"

"Trus yang lo bilang udah kerja itu ya, Dek? Yang freelance gitu 'kan?"

"NAH IYA! Dia udah mulai freelance gitu dari awal masuk kuliah 'kan, Kak. Nah, lo liat deh," ujar Nana, menyodorkan layar ponselnya yang masih menampilkan poster tadi.

Kakaknya membaca poster yang tertera di sana, kemudian mengucapkan kata-kata yang sama persis dengan respon Nana tadi.

"Nah, 'kan! Gile, 'kan?"

"Tapi baek banget dia, Dek. Emang lagi banyak nggak sih yang mulai jualan gitu sejak pandemi gini? Kalo dia nyari untung, pasti ada juga lah yang mau bayar. Tapi dia gratisin donggg..."

"Iya, makanya. Padahal gue yakin deh Kak, bayaran dia freelance pasti juga udah tinggi. Udah jalan dua taun gitu."

Nana terdiam sebentar, kemudian melanjutkan pembicaraannya tadi. "Kadang gue pengen juga deh Kak, bantu-bantu orang gitu. Kasian liat mereka susah. Tapi gue bisa apa?"

"Hmm..," gumam kakaknya, seraya memasang pose seperti orang yang tengah berpikir.

"Eh, bukannya lo sempet handle medsos gitu ya waktu itu? Pas liburan SMA itu loh, inget gak?" tanya Kak Rere.

"Y... ep?"

"Ya udah, lo bantuin mereka aja buat jualan pake medsos!"

Nana menyipitkan matanya, kemudian memiringkan kepalanya sedikit. "Ngaco lo ya Kak?"

"Lah, ngaco kenapa?"

"Ya itu, ngaco! Emangnya gue siapaaa, sampe berani ngajar-ngajarin orang gituuu?"

"Nah 'kan, mulai. Tadi katanya mau bantuin, tapi gatau bisa bantu apa. Sekarang udah bisa bantuin, nanya lagi emangnya lo siapa. Ya lo orang yang mau bantuin mereka dong, Dek."

"Ya tapi 'kan gue juga cuma bentar handle medsos gitu, Kak. Seupriiitttt banget ilmu gue. Belom lagi gue nggak bisa ngajar-"

"Sebutin aja semua alesan lo sampe jenggotan. Kalo lo alesan melulu, kapan bantuinnya?"

Nana terdiam.

"Nih ya Dek, mungkin menurut lo, ilmu lo masih sedikit. Tapi buat mereka, ilmu lo yang sedikit itu mungkin bisa bantu mereka jualan lebih efektif loh. Ilmu yang menurut lo terlalu sedikit untuk bisa berperan itu mungkin bisa jadi pintu rezeki buat orang, Dek."

Perkataan kakaknya itu membuat Nana menggaruk-garuk kepalanya, yang aslinya tidak gatal sama sekali itu.

"Coba dulu, Dek."

Nana menghela napasnya. "Kudunya gue masuk jurusan Marketing kali yak."

"Yee! Kalo lo emang suka urusan gituan, 'kan nggak ada salahnya dipelajarin lebih dalem secara mandiri. Lagian gue liat juga lo lumayan ada minat 'kan di sana? Sekalian bantuin orang, sekalian lo belajarin lebih dalem deh tuh dunia per-medsos-an. Siapa tau emang jalan lo di sana."

Nana memajukan bibirnya beberapa sentimeter.

"Apa? Masih anti sama orang-orang yang kerja nggak sesuai sama jurusannya? Gue pukul nih."

"Iya, iya ah bawel. Trus gimanaaa ini gue ngomonginnya? Masa iya gue bikin poster tiba-tiba, nggak ada angin nggak ada ujan?"

"Ih, adek gue bolot amat yak? Collab lah sana bareng Savira itu!"

"Ha?"

Ungkapan yang keluar dari mulut Nana membuat Kak Rere memutar bola matanya. "Nih yaaa, adekku sayang adekku tercintaaa. 'Kan nanti orang pada chat sama si Savira, berarti lo tau dong siapa yang kira-kira punya bisnis jualan sekarang-sekarang ini? Kalo lo udah tau gitu, lo tau donggg siapa yang kira-kira butuh bantuan buat kelola medsos merekaaa? Daripada lo ribet nyari 'pasar' sendiri, 'kan lo bisa sekalian bantuin aja orang-orang yang chat si Savira tadiii. Paham?"

"Hah? Terus gue ajarin via chat satu-satu, gitu?"

"Ya... Iya? Atau kalo nggak bikin group chat gitu? Kalo perlu tutorial banget mungkin bisa lo bikin videonya atau conference gitu aja pake Zoom apa Meets. Bisa 'kan?"

"Ohhh... Bisa sih..," Nana melontarkan jawaban, tapi membiarkan jawabannya itu menggantung begitu saja.

Kakaknya kembali menatap Nana dengan pandangan bertanya-tanya. "Tapiii?"

"Tapi... DUH, GUE BISA NGGAK YAAA?" ujar Nana dengan volume yang membesar tiba-tiba, mengagetkan Kak Rere yang tak memprediksikan hal itu sama sekali.

"Sampe kita balik ke pembahasan tadi, gue geplak lo ya Dek. Udah sana, chat si Savira! Gue mau balik kerja lagi!"

• • • • •



<!-- tema hari ini -->

Angel Number 559 is a message from your angels that changes taking place in your life will align you with your true life purpose and soul mission, and the angels encourage you to live and fulfill your lightworking destiny. Do not fear these changes, but rather, look upon them as opportunities to expand your horizons. It is time to shift your focus from the material to the spiritual realms.

<!-- cuap-cuap penulis -->

Sekian temanya, sodara-sodara. Terima kasih untuk angel number tercinta 🙃👌

RejuvenateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang