PART 17 : KEJUTAN

296 9 0
                                    

Sampai saat ini Raya masih di rumah.Ia belum bekerja karena belum ada perusahaan yang menghubungi nya.

Menunggu saat itu tiba,Raya membantu papa nya mengurus minimarket yang sudah di kelola papa nya sejak ia masih kecil.

Papa nya sendiri bekerja sebagai dosen.Mama nya selain sebagai ibu rumah tangga,bu Maya juga mempunyai toko kue yang sudah banyak memiliki banyak pelanggan.

Masa pengangguran bagi Raya tak ia sia-siakan begitu saja.Untuk mengisi kekosongan waktunya jika ia sedang tidak pergi ke minimarket,Raya menyalurkan hobi nya yaitu memasak.

Sebenarnya ia sudah diminta sang kakak untuk bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang arsitek.Namun Raya dengan keras menolak lantaran itu dianggap tidak sesuai dengan bidangnya.

Arya,kekasih hatinya juga pernah menawarkan pekerjaan yang dulu pernah di isinya saat ia sedang magang.Raya tentu saja menolak hal tersebut.Bukan karena tidak suka,tapi ia ingin mendapatkan pekerjaan dengan usahanya sendiri dan bukan atas bantuan orang lain,termasuk Arya.

Raya yang sedang sibuk membantu ibunya di toko kue,dikejutkan dengan dering telpon yang bersalah dari hp nya.Raya mengambil benda pipih berwarna merah itu dari dalam saku celana yang kenakan.Ia mengerutkan keningnya karena nomer tersebut tidak dikenalnya.Karena penasaran,Raya menscroll tombol berwarna hijau pada layar tersebut.

"Hallo"

"Hallo.Selamat siang.Apa benar ini dengan saudari Raya Shafa Fadillah?"

"Iya benar.Maaf ini siapa ya?"

"Saya Reni.Perwakilan dari Firm Company ingin memberitahu bahwa lamaran anda sudah kami terima dan anda diminta untuk datang ke kantor untuk wawancara"

"Kapan bu?"Tanya Raya antusias.

"Kalau boleh tahu,dimana alamat tinggal anda saat ini?"

"Saya tinggal di Malang"

"Hari Selasa bisa datang ke kantor?Untuk melakuakn wawancara?Jika anda tidak datang pada hari itu,kesempatan anda akan hilang"

"Bisa bu".

"Baiklah.Saya tunggu kedatangan nya".

Setelah sambungan telepon nya tertutup Raya berteriak sangat keras."Aaaaaa......".Semua orang yang berada di dapur tempat pembuatan kue menoleh ke arahnya.Mamanya yang baru datang dari depan,dengan tergesa-gesa menghampiri Raya."Kenapa Dek?"Tanyanya dengan panic."Nggak ada apa-apa ma"Jawabnya dengan cengengesan.

Raya bergelayut manja pada lengan mamanya dan mendekatkan bibirnya di telinga mamanya "Mah...Raya diterima kerja".Bu Maya menoleh pada anak manjanya."Yang bener?Dimana?"

"Perusahaan nya kak Arya".

Raya mengembangkan senyumnya selama perjalanan menuju pulang ke rumah.Mamanya yang sedang mengemudikan mobilnya sesekali melirik Raya yang duduk di sampingya.Perempuan berhijab itu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sang putri.

Malam hari saat Raya dan kedua orang tuanya sedang menikmati makan malam.Senyum Raya tak kunjung luntur dari bibir mungilnya.Papa nya yang sudah mendengar berita bahwa putri nya itu diterima kerja di kantor milik kekasihnya juga ikut mengembangkan senyumnya.

"Dek....Kamu udah Tanya sama Nak Arya?"

"Tanya apa pa?"

"Tentang pekerjaan ini"

"Maksud papa?"

"Gini loh dek.Maksud papa itu kamu kan keterima kerja di perusahaan Arya,itu karena bantuan Arya atau bukan?Ini perusahaan pertama yang memanggil kamu kan?".Kata mamanya yang ikut nimbrung ucapan papanya.

"Ohhhh iya juga ya".Raya manggut-manggut.Ada benarnya juga perkataan mamanya itu.

Raya menelpon Arya saat ia sedang ada di kamarnya.Ia mencari kata-kata yang terbaik untuk menanyakan hal tersebut pada Arya.Ia tidak ingin Arya mengetahui jika ia bekerja di perusahaan milik keluarga Arya.Ia ingin membuat kejutan untuk kekaksihnya itu.

Raya bernafas lega karena pekerjaan yang ia terima bukan dari campur tangan Arya.Mati-matian ia mencari informasi tersebut dari Arya.Untung saja Arya tidak menaruh curiga kepadanya.

Raya menyiapkan segala kebutuhan nya untuk dibawanya ke Jakarta.Mamanya membantunya untuk ia bersiap-siap.

Hari sabtu ia akan berangkat ke Jakarta.Ditemani oleh kedua orang tuanya,Raya diantar menuju bandara.Mama Raya sebenarnya tidak ingin Raya pergi jauh darinya.Tapi karena bujukan Raya dan papa nya akhirnya mamanya mengikhlaskan Raya untuk bekerja di Jakarta.Ia juga harus rela anaknya jauh darinya karena suatu saat Raya pasti akan pergi meninggalkan nya untuk hidupnya dimasa depan.Anggap saja ini adalah permulaan mereka melepas Raya,sebelum gadis itu benar-benar pergi dengan pasangan nya nantinya.

Raya sampai di Jakarta saat hari sudah siang.Dari bandara ia langsung di jemput oleh Raka,karena memang orang tuanya selalu menelpon Raka agar ia menjemput sang adik dan tidak membiarkan anak gadisnya menunggu lama Raka menjemputnya.

Raka sendiri sudah mengetahui jika Raya diterima bekerja di kantor Arya.Karena paksaan dari Raya,ia tidak diperbolehkan memberitahu kepada siapapun jika ia diterima kerja disana.Hari minggu,Raya meminta Raka untuk mengantarkan nya ke mall guna membeli beberapa pakaian yang akan di kenakan nya untuk bekerja.

Selasa pagi,Raya sudah siap untuk menjalani wawancara di kantor Arya.Dengan menggunakan blazer berwarna serta kemeja putih didalamnya dan rok hitam sepanjang lutut serta high heels sepanjang 10 cm untuk menambah tingginya.Ia sudah siap dengan hasil yang ia terima nantinya.Raya akan pergi ke kantor dengan diantar Raka.

Raya dan karyawan baru lain nya sudah menunggu untuk bergantian masuk keruang interview.Dari para karyawan baru yang ada disana,ada beberapa orang yang sudah dikenalnya.Raya semakin gugup saat giliran nya semakin dekat.Katanya,yang melakukan interview adalah direkturnya langsung.Itu berarti ia akan bertemu dengan Arya.

Mentalnya sudah ia persiapkan untuk interviewnya hari ini.Apalagi yang akan melakukan interview itu adalah,Arya kekasihnya.Raya semakin semangat.Kehadiran nya di kantor ini tentu saja akan menjadi kejutan bagi Arya.

Raya sudah tidak sabar untun melihat ekpresi Arya ketika melihatnya di perusahaan ini.

Kini giliran Raya yang akan masuk ke ruangan interview.Senyum menghiasi wajahnya sebelum masuk ke ruangan itu.Dengan mengucapkan bismillah ia memegang knop pintu itu dan membukanya.Dugaan nya ternyata benar disana sudah ada Arya,Gavin,Radit dan 1 orang namun ia lupa namanya siapa."Selamat pagi"Ucapnya sambil duduk di hadapan keempat orang itu.Arya yang tadinya sibuk dengan hp nya langsung mendongak saat mendengar suara yang sudah ia rindukan."Raya".ucapnya tanpa suara.Terlihat sebuah senyum tipis menghiasi bibirnya.

Raya mendapatkan banyak pertanyaan dari para petinggi di kantor tersebut.Semua pertanyaan yang diberikan dapat dijawabnya dengan mudah.

Di dalam sesi wawancara kali ini,beberapa pertanyaan mengenai alasan nya melamar kerja di posisi tersebut dan juga ada beberapa pertanyaan mengenai data-data pribadinya.

Raya senang saat melihat Arya yang selalu melihat kearahnya dan selalu mengukir senyum setipis mungkin.Hal itu tentu saja ia ketahui apa penyebabnya.Gavin.Pria itu ada disampingnya.Bisa-bisa jadi boomerang jika ia tahu Arya menebar senyum manisnya kepada Raya di ruangan tersebut.

ARaYA (Arya Dan Raya)Where stories live. Discover now