Indahnya Menikah

354 15 0
                                    

Menikah?Tentu saja keinginan semua orang.Hampir semua manusia yang ada di bumi mendambakan untuk menjalani hidup nya dengan orang terkasih.Merasakan bahagia nya mengarungi bahtera rumah tangga dengan orang tersayang dan tentunya akan memiliki kebanggaan tersendiri karena akhirnya bisa hidup dengan orang yang sudah di perjuangkan.Jika mereka menjalani yang nama nya pacaran.

Dengan menikah kebiasaan kita akan sedikit demi sedikit berubah.Mengikuti dan mengimbangi kebiasaan dari pasangan.Pola hidup dan aktivitas akan berubah seiring berjalan nya waktu.

Arya misalnya.Arya yang dulunya lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah kini lebih sering berada di rumah.

Arya yang selalu melewatkan weekend tiap minggu nya kini selalu selalu berharap weekend setiap harinya.

Hidup Arya kini memang berbeda.Setiap hari akan ada wanita yang selalu di sisinya.Melayani setiap kebutuhan nya.Menyiapkan semua yang diinginkan nya.Selalu berada di samping nya menemani dalam suka dan duka.

Dialah wanita yang akan ia bahagiakan dalam hidupnya kini.Wanita yang menyandang gelar sebagai istrinya.Pengisi hatinya dan untuk hari ini,esok dan selamanya.

Raya Shafa Fadilah.

"Sayang...dasi aku yang warna biru mana?Aku mau pakai hari ini".

Sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi berdecak kesal melihat tingkah suaminya.'Pagi-pagi sudah buat ribut'pikir nya.

Rambutnya yang masih di gelung dengan handuk menandakan bahwa ia baru saja selesai mandi.

"Itu apa".Katanya sambil menunjuk dasi yang berada di ranjang mereka.

Arya cengengesan dan mengambil dasi itu kemudian ia berjalan mendekati istrinya yang kini sudah ada di depan cermin."Pakeinnn".Rengeknya sambil memanyunkan bibirnya.

Raya baru tahu sikap Arya yang selama ini baru ia ketahui setelah menikah.Ia menghembuskan nafas dan berdiri mengambil dasi dari suami nya.Dengan berjinjit ia mencoba menggapai kerah baju suami nya.Memasangkan kain panjang itu di tempat yang benar.Beberapa kali mencoba rasanya susah apalagi pada bagian belakang nya.Kerah baju kemeja itu masih terlihat acak-acakan dan itu sangat tidak ia sukai.

Dengan iseng Arya mengangkat tubuh sang istri agar lebih mempermudah."Aaaa..."Teriaknya saat tubuhnya melayang di udara.

Sebelum istrinya marah Arya langsung berucap "Biar nyampek".

Walaupun agak kesulitan karena posisi nya yang terlalu dekat,akhirnya Raya berhasil memasang dasi itu dengan rapih.Dasi itu sudah berhasil terpasang dengan benar,tapi Arya belum menurunkan nya dan masih terus memandangi wajahnya.

"Turunin".Arya masih diam dan belum menurunkan tubuh Raya.Ia malah mengerucutkan bibirnya meminta sesuatu dari istrinya.

Tanpa perlu di beri tahu,Raya sudah tahu apa maksud dari suaminya.Dengan cepat ia mencium bibir suaminya.Dan benar saja,setelahnya kaki Raya bisa menapak pada lantai di kamarnya.

"Udah sana mas turun dulu terus sarapan.Nanti telat ke kantornya".

Bukan nya keluar dari kamar,Arya justru duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya."Mas tungguin.Mas mau sarapan bareng kamu".

Raya kembali masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaian nya disana.Ia keluar dari kamar mandi dan mendapati suaminya masih duduk manis diatas ranjang.

"Ayo aku udah selesai.Kita turun terus sarapan".Ia membawa jas dan tas suaminya.Arya menyodorkan tangan nya agar digandeng istirnya.

Sesampainya di bawah Raya langsung mengambilkan sarapan untuk suaminya.Menu sarapan mereka sederhana.Roti dengan selai nanas serta segelas susu untuk mengganjal perut dan cukup untuk menunda lapar.

ARaYA (Arya Dan Raya)Where stories live. Discover now