Gadan ~ 6

1.6K 63 3
                                    

Malam ini apartemen gebriel dipenuhi dengan canda tawa dari mama mertua dan bundanya, karna malam ini mama dan bundanya datang untuk menengok keduanya

"iel kamu mau kuliah dimana?" Tanya diandra

"belum tau mah, masih nyari"

"kalo bisa kalian kuliahnya bareng ajah" ucap miscella memberi saran

"iya bun, liat nanti" ucap gabriel

"Gabriel gimana malem pertamanya ?" Tanya diana yang menggoda gabriel dan dania

Gabriel hanya melihat dania yang wajahnya sudah memerah menahan malu karna ulah diana

"ngapain sih nanya kaya gituan?, ga penting banget" ucap dania yang kesal karna ia menahan malu

"dania, itu penting sayang, emang kamu ga mau punya anak?" Tanya diandra santai, dania sudah tidak bisa menahan malunya

"Dania belum siap" ucapan dania membuat ke tiga orang-- diandra,miscella dan diana,di rumah memandangnya dengan tatapan bingung

"lu belum 'itu' " tanya diana dengan mengangkat kedua tangannya serta mengangkat jari telunjuk dan tengahnya sambil ditekuk berkali kali saat berbicara 'itu'

"apaan sih, itu rahasia lah" ucap dania sinis

"dania, bunda sama mama udah pengen gendong cucu" ucap miscella kepada dania

"iya bun" ucapan dania sambil tersenyum kecil dan membuat ketiga orang di rumah ini tertawa

gabriel hanya menggeleng kepalanya melihat orang tuanya berhasil menggoda dania.

Waktu sudah menunjukan pukul 21.00 sekarang bunda, mama dan diana akan segera pulang, dania dan gabriel mengantar mama dan bundanya sampai ke pintu apaterment mereka.

"inget iel, jangan galak dan marah marah sama dania" peringatan miscella untuk gabriel

"iya bun"

"dania juga, sebegai seorang istri harus melayani suami" ucap diandra membuat dania bosan karna sudah lima kali mamanya berkata seperti itu

"iya mahh" ucap dania sambil memutar bola matanya jengah

"jangan lupa buatin gua ponakan yang lucu" ucap diana yang masih gencar menggoda dania

"buat ajah sendiri, jangan nyuruh orang" ucap dania ketus, karna ia menahan amarahnya, sedari tadi yang dibicarakan orang tuanya hanya anak, anak dan anak

'ga ada pembahasan yang lain?' Batin dania yang menggerutu

"byee" ucap dania sambil melambaikan tangannya saat mama dan bundanya pergi

setelah itu mereka berdua masuk kedalam dan tidak lupa untuk mengunci pintu

"Gab" panggil dania saat melihat gabriel sedang duduk sambil menonton tv

"ya"

"lu mau kuliah?" Tanya dania

"iya, tapi belum nyari tempat kuliah yang bagus" ucap gabriel tanpa ada nada ketus sedikit pun

"Kalo lu?" Tanya gabriel sambil menatap dania yang disebelahnya

"ehm.. kayaknya gua ga kuliah deh" ucap dania sambil mengaruk tengkuknya

"kenapa?"

"gua mau di rumah ajah, belajar jadi istri yang baik" ucap dania dengan menunjukan deretan gigi putihnya, gabriel yang mendengarkan dania hanya tersenyum sambil mengacak-acak ujung rambut dania

"dan" panggil gabriel

"ya"

"gua mau ngomong"

"ngomong ajah" ucap dania yang tidak sabar. Akhirnya gabriel mengambil tangan dania yang berada di sofa dan menggenggam tangan dania

dania hanya menatap gabriel yang menggenggam tangannya dengan perasaan campur aduk

"gab--"

"dan, gua mohon lu ga potong ucapan gua ya" ucap gabriel yang memotong ucapan dania

"lu mau ngomong apa sih serius banget" ucap dania sambil tersenyum tipis dan dahi berkerut

"dania, gua tau hubungan suami, istri ini kita buat tanpa ada cinta di dalamnya, tapi gua ingin hubungan ini berakhir seperti janji yang kita ucapkan dia pemberkaran waktu itu" ucapan gabriel membuat jantung dania berdetak lebih kencang dari sebelumnya

"And, gua mau kita ga boleh ngomong lu,gua bolehnya aku,kamu, you want?" Ucap gabriel membuat dania memandang gabriel dengan wajah bingung

"lu suka sama gua?" Tanya dania yang tidak mengubah pemandangannya

"Aku juga ga tau perasaan itu ada atau engga" ucap gabriel. Dania mengerutkan dahinya merasa aneh mengobrol dengan gabriel menggunakan kata kata 'aku,kamu'

"kamu mau bantuin aku?" Tanya dania

"bantuin apa?"

"Bantuin aku untuk merasakan perasaan itu" ucapan dania membuat gabriel tersenyum senang dan langsung memeluk dania

"I will help" ucap gabriel, dania yang mendengar ucapan gabriel hanya tersenyum senang dan membalas pelukan gabriel

saat mereka melepas pelukannya, gabriel dengan cepat mengecup singkat bibir dania dan langsung pergi ke kamar

"mencari kesempatan dalam kesempitan!!" teriak dania saat gabriel masuk ke kamarnya

¿-¿-¿-¿-¿-¿-¿-¿

ADA YANG MAU MEMBANGUN RUMAH TANGGA YANG BAIK DAN SEJAHTERA

Tapi ga tau kedepannya gimana...

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN..

~GADAN~Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang