Nara POV
Taehyung berjalan mondar-mandir di dalam ruangannya. Ia tidak bisa fokus bekerja. Sedari tadi yang ia lakukan hanyalah memeriksa ponselnya setiap menit.
Jira sudah mengirimnya pesan bahwa ia sedang dalam perjalanan menuju kantornya. Tapi Jira belum datang juga dan ini sudah dua jam lamanya.
Rasa khawatir sudah menggerayangi hatinya. Ia takut terjadi apa-apa dengan Jira karena ia sudah menelepon gadis itu berkali-kali tapi tidak diangkat.
Ponselnya tiba-tiba berbunyi saat ia tengah menatap benda itu. Ia pun langsung menjawabnya.
"Halo? Halo? Jira? Lu dimana? Lu lagi otw kan?"
"Ahh, sayang sekali. Aku bukan Jira-mu."
Alis Taehyung mengkerut. "Siapa ini?"
"Aku? Kau bahkan tidak mengenali suaraku. Apa aku perlu menunjukkan bekas lukaku lagi?"
Taehyung terdiam sejenak dan berpikir. Bekas luka?
Bekas luka...
Bekas luka...
"Woori?!" Mata Taehyung seketika melotot.
"Ya. Ini aku, Woori-mu."
"Kenapa ponsel Jira bisa ada padamu?! Dimana Jira!?"
"Tenang sayang... Jira aman bersamaku sekarang, iya kan Jira?"
"Taehyung! Taehyung tolong gu- ahh!!"
"JIRA!!!" Taehyung berteriak ketika ia mendengar suara tamparan di seberang sana.
"Jira aman bersamaku bukan?"
Mata Taehyung berkaca-kaca. "DIMANA JIRA?! KEMANA KAU MEMBAWANYA!!?"
"Gudang di Itaewon. Kau tahu, terlalu banyak gudang di sini. Cepatlah kemari jika kau tidak ingin Jira-mu dinodai oleh seseorang. Semoga berhasil, sayang."
Tut
Woori memutuskan sambungannya, membuat Taehyung berteriak frustasi.
Apa yang harus ia lakukan sekarang?
Gudang?
Ada banyak gudang di Itaewon.
Tidak mungkin jika ia memeriksa gudang di sana satu persatu.
Demi Tuhan, apa yang harus ia lakukan sekarang?
"AAARRGGHH!!!!"
Dengan cepat ia menyambar kunci mobil dan berlari keluar ruangan.
.
.
Gadis itu membuka matanya perlahan. Pandangan yang awalnya buram berubah menjadi jelas.
Bisa dibilang kondisi Jira saat ini sungguh memprihatinkan. Ia kotor dan berdarah-darah. Rambutnya berantakan. Ia belum pernah terluka sampai separah ini sebelumnya.
"Sudah bangun rupanya?"
Jira mendongakkan kepalanya perlahan, menatap wanita itu sayu.
"Padahal racun itu seharusnya bisa membuat orang pingsan selama minimal tiga hari. Tapi kau hanya pingsan selama lima jam. Hebat sekali kau."
Jira tidak mempedulikan perkataan wanita itu dan bertanya. "S-siapa... K-kau?"
"Kita belum berkenalan ya?" Potong wanita itu. "Baiklah, aku akan memperkenalkan diri. Namaku Han Woori. Aku calon istri dari Kim Taehyung, suamimu."
YOU ARE READING
MLS ㅡ Cogan VS Preman; Taehyung
Fanfiction[Magnae Line Series] Kisah tentang Cogan yang jatuh cinta sama Preman. [ A k a n D i r e v i s i ] ©2016, taesrgv
