Part 11

947 57 4
                                    

"jadi bagaimana setelah ini?" tanya Jisoo ragu-ragu setelah mereka selesai dengan makan malamnya.

"maksudmu?"

"kau akan pergi kan?" Jisoo menatap lurus ke arah manik mata Yoo Mi.

"mungkin" jawab Yoo Mi gantung. "kau tidak bertanya aku diterima bekerja dimana?"

Sejujurnya Jisoo lebih ingin tahu dimana Yoo Mi akan tinggal nanti. Gadis itu pasti sudah berancang-ancang akan meninggalkan apartmennya. Selain ia tidak rela berpisah dengan Yoo Mi, ia masih khawatir kalau-kalau Chanyeol berencana mengincarnya lagi. Walau ia dulu kenal dekat dengan temannya itu tapi dia tidak bisa menebak apa yang akan dilakukannya nanti. Pasalnya selama ini Jisoo tidak mengerti kenapa Chanyeol sampai berani melakukan kejahatan seperti itu. Kejadian masa lalu itu tidak setimpal dengan apa yang telah dilakukannya menurutnya.

"memangnya dimana kau akan bekerja?"

***

Secercah senyum gembira terukir diwajah gadis yang memakai pakaian pencil skirt itu begitu pagi menyingsing. Walau tadi malam ia sempat agak bingung dengan ekspresi Jisoo begitu ia berkata akan bekerja di Lippo Group tapi itu tidak membuat rasa gembira dan rasa syukurnya hari ini.

Ini hari pertamanya bekerja, ia harus menumbuhkan semangat dan antusias yang kuat. Yoo Mi melesat masuk kedalam ruangan dimana sudah banyak karyawan yang tidak kalah semangatnya dengannya.

"selamat pagi semuanya, mulai hari ini saya akan bergabung dengan kalian. Mohon bantuan dan kerjasamanya, terimakasih". Ucap Yoo Mi sambil membungkuk sopan kepada seluruh karyawan diruangan itu.

***

Jisoo duduk melamun di kursi restorannya. Pelanggan sudah mulai sepi karena waktu menunjukkan pukul 11.00 malam. sedari tadi ia menelepon Yoo Mi tapi tidak ada jawaban darinya. ia begitu khawatir apalagi gadis itu bekerja di perusahaan milik Kim Myung Soo. Perusahaan yang masih ada kaitannya dengan Chanyeol. ingin sekali rasanya ia menjelaskan itu semua kepada Yoo Mi tapi ketika melihat betapa senangnya gadis itu diterima bekerja, ia tak tega. Apalagi itu adalah kesempatan yang ia inginkan selama ini mengingat betapa sulitnya mendapatkan pekerjaan. Ia hanya berharap ini tidak berdampak buruk bagi gadis itu.

Tak beberapa ponselnya bergetar, ia langsung mengangkatnya begitu nama Yoo Mi tertera di layar ponselnya.

"kau sudah pulang?" tanyanya.

"baru saja sampai rumah. Tadi ponselku di silent jadi tidak dengar. Kau masih direstoran?".

"ya, sebentar lagi aku juga akan pulang".

Jisoo sedikit geli. Pembicaraan mereka seperti pasangan suami istri yang saling menunggu pulang bekerja. Terbayangkan olehnya ketika ia pulang Yoo Mi sudah menunggu di pintu dan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Betapa bayangan itu seolah nyata di depannya. Jisoo lantas segera ingin pulang, tak sabar ingin bertemu dengan isterinya itu.

***

Chanyeol lebih memilih memeriksa laporan dari karyawannya ketimbang pulang kerumah. Hampir semalaman suntuk ia betah di kantornya, ditemani tumpukan buku laporan di meja beserta berkas-berkas perusahaan. Ia jarang pulang kerumah beberapa bulan ini. tempat itu selalu mengingatkannya dengan gadis itu. ia hampir sering merutuki dirinya sendiri. ia sendiri juga tidak tahu mengapa ia sampai memperlakukan gadis itu senekat itu. sampai berani menikahi gadis itu, itulah tindakan paling konyol yang pernah ia lakukan. Ntah dorongan dari mana hal itu ia lakukan. Hanya saja ketika gadis itu bersamanya rasa dendam Chanyeol semakin membesar. Seolah gadis itulah yang bersalah atas semua kejadian itu. sebab itu lah ketika ia melihat gadis itu kemarin, dorongan yang ntah darimana itu muncul kembali.

Pikiran ini sering kali menghantui otaknya ketika Chanyeol kelelahan seperti ini. ada perasaan bersalah pada dirinya, tapi ada juga rasa yang membuat ia ingin memiliki gadis itu membuat pelipisnya berkedut pusing. Selang beberapa detik kemudian, ponsel Chanyeol bergetar. Ia meraih ponsel itu dimejanya dan melihat isi pesan dari Myung Soo.

Terlihat pupilnya yang membulat sempurna dan seulas senyuman di ujung bibirnya ketika ia melihat foto yang dikirim oleh Myung Soo. Ya, Myung Soo baru saja mengirimkan foto sebuah surat lamaran kerja di perusahaannya dengan nama Jung Yoo Mi.

***

Yoo Mi baru saja menyeruput sisa kuah mie instannya sampai tandas sebelum Jisoo sampai membuka pintu apartmennya.

"hey, kau tidak menyisakan untukku?" tanya Jisoo begitu melihat Yoo Mi masih memegang panci yang sudah kosong.

"hehe, mian. Kukira kau sudah makan."

Lantas Jisoo mendesah panjang sambil mendudukkan dirinya di depan Yoo Mi. Walau gadis itu tidak memakai riasan dan rambut yang dicepol asal Jisoo masih bisa melihat bahwa gadis itu memang manis dari lahir.

"bagaimana dengan kerjamu hari ini?"

Yoo Mi yang hendak berdiri hendak membereskan sisa makanannya pun akhirnya terduduk lagi ketika ia ingat sesuatu begitu Jisoo bertanya seperti itu.

"aah ya, ini sedari tadi yang ingin kukatakan padamu. Aku diutus oleh perusahaan untuk bekerja di Jepang –"

"apa? Kapan kau akan pergi?" Jisoo hampir tercekat salivanya sendiri.

"minggu depan".

~TBC~

I'm Not Yours (Complete)Where stories live. Discover now