16

16 1 0
                                    

"Takdir Tuhan unik, kadang ada yang menyukainya ada juga yang membencinya,"

🍃

Keesokan harinya, Gerard sudah bersiap dengan kaus navy dan celana jeans-nya, seharian ini dia akan bersenang-senang dengan keluarganya.

"Sayang, sudah siap?" tanya Gerard.

"Aku tidak ikut G, kasian Hans sendirian dirumah, mengingat kondisinya seperti itu," Gerard mengangguk mengiyakan Anne.

"Aku siap daddy, ayo kita berangkat," ajak putrinya, penampilan Vero mirip sekali seperti anak kecil, seakan umur hanyalah angka baginya.

Gerard menggeleng pelan, "Ayo," Gerard menggiring Vero menuju sepeda kayuh yang akan mereka kendarai menuju taman.

"Kita naik sepeda?" Gerard menggangguk.

Vero menghentakan kakinya kesal, "Vero nggak mau, nanti kan panas, gimana kalo Vero kepanasan? Kita naik mobil aja dad!" Gerard menghela nafas lelah.

Jika yang ada dihadapanya saat ini adalah Stella, Stella tidak akan protes, karena Stella tidak pernah menghabiskan waktu bersama Gerard berdua, mamanya dulu yang manjadi perantara antara Stella dan Gerard agak komunikasi mereka tetap terjaga, setelah Stella kehilangan ibunya, mereka hanya saling menyapa jika saat Gerard pulang ke rumah Stella.

"Ya sudah ayo," Gerard mengeluarkan mobil dan langsung melajukanya menuju jalanan ke taman kota.

-+-

What a surprise!

Wolf dan Erinda yang tadinya sedang bersantai menikmati spongebob yang tengah berlakon, terkejut ketika ayahnya yang baru datang itu mengajak mereka liburan.

"Wolf, bersiaplah, kau juga Erinda, kita akan ke taman, ayah rindu piknik di bawah pohon," Wolf dan Erinda tersenyum lembut.

Dulu mereka sering sekali setiap jumat pergi ke taman hanya untuk piknik di bawah pohon pada sore hari, semenjak kematian ibunya, Wolf dan Erinda sudah jarang melakukan piknik lagi.

"Baiklah," Wolf segera mengganti pakaian rumahnya menjadi hoodie berwarna hitam dan celana jeans favoritnya. Sedangkan Erinda, dia mengenakan dress favoritnya dan merapikan rambutnya.

"Siap?" tanya Garry ketika keluar dari kamarnya, bersamaan dengan kedua anaknya.

"Ayoo!" Sorak Erinda senang.

-+-

Stella yang merasa bosan segera mengganti pakaian tidurnya dengan celana training dan hoodie, dia berniat jogging dari rumahnya hingga taman kota, setelah itu, dia akan beristirahat disana untuk beberpa saat hingga matahari akan tenggelam lalu dia akan pulang sekitar pukul tiga sore dan mampir ke McD untuk makan malam lalu pulang, membersihkan diri lalu tidur.

"Wow, aku tidak menyangka aku merencanakan semua itu dikepalaku," katanya.

Dia mengambil Mp3 lalu menancapkan headset dikupingnya dan Mp3nya lalu melesat keluar rumah tidak lupa untuk menguncinya.

Lari-lari kecil melewati rumah-rumah tetangga sangat terasa asing bagi Stella, entah karena dia tidak pernah keluar rumah atau tetangganya yang berubah.

PIECES ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang