17

221K 9K 37
                                    

Suara bariton seseorang terdengar dari arah belakang, Putri menolehkan kepalanya kearah belakang dan mendapati pria dengan tubuh tegap dan gagah sedang memanggil nama Emily. Putri bisa menebak bahwa dia adalah suaminya Emily yang bernama Sean Marvel.

Pria itu lalu duduk tepat disamping Emily dengan tegap sambil membetulkan jasnya.
Putri hanya memperhatikan pria didepannya ini, Dia merasa pernah melihat pria didepannya ini diberita televisi, Ya pria ini adalah seorang billionaire terkenal. Putri baru mengingatnya.

Sungguh dirinya benar-benar tidak percaya akan bertemu langsung dengan seorang billionare terkenal itu. Wajahnya lebih tampan dari yang ditelevisi tontonannya, Pria ini sangat mirip sekali dengan Putra. Ya jelas saja, pria itu kan ayahnya Putra.

"Kau calon menantu ku benar?" ujar Sean tiba-tiba dan itu membuat Putri melongo.

Apa katanya? Calon menantu? dirinya tidak salah dengar kan? Belum juga menerima perjodohan itu sudah bilang calon menantu.

"Kau ternyata lebih cantik aslinya dari yang difoto ya." ujar Sean lagi sambil terkekeh pelan

Foto? Foto apa? Putri tidak mengerti.

"Putri?" panggil Sean, karena sedaritadi saat dirinya berbicara Putri hanya diam tidak membalas.

Putri pun segera tersadar dari lamunannya, "Ah i-iya?" tanyanya

"Kau kenapa?" tanya Sean bingung

"A-aku Ti-tidak kenapa-kenapa. Hanya saja, aku sedikit terkejut saat melihat orang penting seperti dirimu secara langsung." jelas Putri sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Emily serta Sean terkekeh bersama saat mendengar perkataan Putri barusan.

"Kau baru pulang sekolah?" tanya Sean saat melihat pakaian yang dikenakan Putri saat ini masih seragam sekolah.

Putri menganguk mengiyakan. Pelayan lalu datang membawakan minuman yang tadi dipesan Emily, lalu diletakkannya diatas meja.

"Buatkan satu lagi untuk suami ku," ujar Emily kepada pelayan tersebut.

Sean mengangkat tangan kanannya pertanda tidak, "Tidak usah, aku sedang tidak ingin minum."

Emily mengangguk dan pelayan itu pun segera kembali ketempatnya.

"Kenapa kau hanya memesan air mineral?" tanya Sean saat melihat isi gelas milik Putri yang dibawakan pelayan rumahnya tadi.

"Dia hanya ingin air mineral katanya," balas Emily memberitahu dan Sean hanya ber-Oh ria.

Suasana menjadi canggung sekali bagi Putri saat ini, dirinya dihadapkan dengan dua orang dewasa yang baru ditemuinya. Ini benar-benar canggung. Langsung saja Putri meneguk air mineralnya lalu melirik kearah jam yang melekat dipergelangan tangannya.

"Uhm.. Maaf Mr dan Mrs. Marvel sepertinya aku tidak bisa lama-lama karena harus membantu ibuku dirumah." bohongnya. Karena hanya itu satu-satunya cara untuk kabur dari suasana yang canggung seperti ini.

Emily dan Sean mengangguk. "Ohiya tidak apa-apa, kita bisa berbicara lagi dilain waktu." balas Sean

Putri mengangguk lalu segera bangkit dari posisinya dan pamit untuk pergi meninggalkan taman. Sean dan Emily mengizinkannya dan Putri pun segera melangkahkan kakinya keluar.

"Dia gadis yang lugu," ujar Sean saat Putri sudah berlalu keluar

Emily mengangguk, "Ya sepertinya dia bisa membuat Putra kita berubah, Pilihan kakek memang sangat tepat."

Saat Putri melangkahkan kakinya keluar dari taman dan hendak menuju pintu utama, Dirinya tiba-tiba menghentikan langkanya karena dikejutkan dengan Putra yang sedang terduduk santai di sofa ruang tamu, pakaiannya sama dengannya masih mengenakan seragam.

Putra menyadari akan kehadiran Putri, dirinya hanya mengangkat sebelah alisnya dengan cuek.

Putri menatap kearah Putra dengan ekspressi penuh kebencian. Dirinya benar-benar tidak akan sudi jika harus dijodohkan dengan pria yang sangat dirinya benci itu.

"Apa kau lihat-lihat?!" ketus Putra

"Aku tidak akan sudi jika harus dijodohkan denganmu!!" ujar Putri kesal

Putra terkekeh pelan sambil berjalan mendekat kearah Putri. "Kau yakin akan menolaknya?"

"Tentu saja!" jawab Putri cepat

"Bagus lah, dengan begitu aku akan hidup bebas!"

Putri memutar kedua bolamatanya malas lalu segera kembali melanjutkan langkah kakinya menuju pintu utama.

Putri keluar dan bertanya pada salah satu maid yang berjaga dipintu depan kemana pria yang bernama Alex itu karena dirinya ingin meminta diantarkan pulang olehnya. Putri tidak tahu jalan pulang kerumahnya, karena ini lumayan jauh dari daerah rumahnya.

Maid itu menjawab bahwa Alex sedang pergi kekantor menggantikan Mr. Marvel sebentar.

"Lalu aku pulang bagaimana?" tanya Putri polos

"Kau bisa meminta tuan Putra untuk diantarkan pulang," jawab Maid tersebut

"Idihhh ogah!"

Maid itu mengerutkan dahinya bingung, Sepertinya gadis dihadapannya ini sangat membenci majikannya itu.

"Lalu kau ingin menunggu Alex sampai pulang?" tanya maid yang satu lagi kepada Putri

Putri menggelengkan kepalanya. "Apa kalian semua tahu jika dari sini kearah Jl. Merlin harus naik angkutan apa?" tanyanya

Para maid itu menggeleng. "Disekitaran sini tidak ada angkutan Nona," jawab salah satu diantara mereka.

Putri melongo, "Apa kau bercanda?"

"Memang benar disini tidak ada angkutan," jawab salah satu maid itu.

Putri menghela nafasnya pasrah sambil bertolak pinggang, "Jika tahu seperti ini diriku tidak akan mau datang kerumah ini lagi!" gerutunya kesal

.
.
.
To be continued..

Jangan lupa vote dan komentarnya ya😊

Putra, Putri, & Perjodohan [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang