52

237K 8.2K 256
                                    

Siang ini Putra sudah siap dengan penampilan casualnya hendak bertemu dengan Kate. Sedangkan Putri hanya diam duduk termenung disebuah bangku yang terdapat disudut kamarnya. Dirinya merasa gelisah hari ini entah kenapa.

"Ayo," ujar Putra membuyarkan lamunan Putri

Putri pun tersadar dan segera bangkit dari posisinya.

Putra berjalan keluar kamar dan turun kelantai bawah hendak kepintu utama.

Putra sangat licik, ia memperalat Putri agar Putra bisa bertemu dengan Kate. Putra beralasan kepada kedua orangtuanya hendak pergi keluar bersama Putri tetapi nyatanya ada orang lain selain Putri, yaitu Kate.

Putri hanya mengikuti kemana langkah Putra berjalan, dirinya hanya berjalan dibelakang Putra saat ini.

Pintu utama terbuka, didepannya sudah disediakan sebuah mobil mewah lainnya milik keluarga Marvel. Jack juga ada disana, dia memberikan sebuah kunci mobil kepada Putra. Putra pun menerimanya dan segera membukakan pintu mobil penumpang depan untuk Putri segera masuk dan duduk.

Itu hanya sandiwara didepan orang lain, Putri tahu itu.

Putri lalu masuk kedalam mobil dan duduk. Putra menutup kembali pintunya.

Putri mengenakan sabuk pengamannya dan menghela nafasnya sejenak. Dirinya berharap ini bukan hari buruk.

Putra sudah duduk didalam mobil, tepatnya duduk dikursi pengemudi.

Saat mobil sudah melaju, diperjalanan Putri hanya diam dan membuang pandangan wajahnya kesembarang arah seakan tidak mau melihat Putra.

Putra begitu santai mengendarai mobil siang ini, entah ini hendak kemana Putri tidak tahu. Dirinya hanya perlu diam duduk manis dan tidak memberitahu kepada siapapun tentang ini.

Ponsel Putri tiba-tiba berbunyi, pertanda ada panggilan masuk. Buru-buru dirinya merogoh isi dalam tas kecilnya yang dirinya bawa. Dilihatnya tertera nama adiknya disana, langsung saja Putri mengangkatnya.

"Halo?"

"Nak, bagaimana kabarmu?"

Putri mendengar suara ibunya diseberang sana. Putri begitu sangat merindukan ibunya.

"Ibu.." lirih Putri

Putra langsung menoleh sebentar kearah Putri saat mendengar gadis itu memanggil ibunya.

"Bagaimana? Kau merasa bahagia disana? Ibu dan ayah disini hanya bisa kirim doa yang terbaik untukmu nak,"

Putri mengulum bibirnya seakan sedang menahan tangisnya.

"Aku rindu padamu bu," ucap Putri

Hening sejenak, Putri tidak mendapat jawaban dari ibunya.

"Apa kabarmu bu disana?" tanya Putri

"Baik, kami bertiga baik-baik saja disini. Kau tidak perlu khawatir."

"Oh, baiklah."

"Kau sedang dimana?"

"Dijalan. Sudah dulu ya bu nanti akan ku telfon balik."

"Iya, hati-hati Nak. Jaga selalu kesehatan mu." pesan ibunya Putri

Putri langsung mematikan sambungan telfon secara sepihak. Dirinya tidak bisa berlama-lama bertelfonan dengan ibunya seperti itu, Putri akan merasa sedih dan bertambah rindu kepada kedua orangtuanya serta adiknya.

Putra hanya diam dan fokus mengemudi. Dirinya mendengar semua percakapan Putri dengan Ibunya lewat telfon.

-------

Putra, Putri, & Perjodohan [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang