[ 18 ] Berpisah untuk sementara atau selamanya

2.3K 353 172
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



oOo



Kini Nakyung sedang duduk di kasur seraya memainkan ponselnya entah itu hanya untuk sekedar liat liat sosmed ataupun chattan bersama teman temannya.

Tidak lama kemudian Renjun sudah selesai dari kamar mandi dan dia keluar dengan hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya menutupi sebagian tubuhnya dan menampakan bagian atas badannya, selain itu rambut Renjun masih basah dan entah kenapa Nakyung suka liat Renjun kalau rambutnya masih basah gitu.

"Kenapa liatinnya gitu? Lo suka gue telanjang ya?" Tanya renjun setelah menutup pintu kamar mandi.

"Dih apaan sih!" Jawab nakyung mengalihkan pandangannya pada ponsel miliknya sedangkan Renjun berjalan menghampiri Nakyung. "Eh eh mau ngapain ke sini? Pake baju dulu!!" Ucap nakyung tanpa menatap Renjun.

"Nay gue mau ngomong sama lo!"

"Pake baju dulu Renjun!!"

"Iya ini mau pake baju kan ini bajunya di sini, gimana sih!" Ucap renjun membawa baju yang terletak di sebelah Nakyung.

Nakyung malu, dia kira Renjun mau menghampirinya.

Setelah selesai memakai bajunya Renjun pun duduk di hadapan Nakyung yang masih memainkan ponselnya.

Renjun menatap wajah Nakyung yang fokus pada ponselnya, sebenarnya Nakyung sadar Renjun dari tadi memperhatikannya tetapi dia pura pura bodo amat padahal hatinya berdegup tidak karuan.

"Ngapain sih?" Tanya nakyung membalikan badannya ke samping menghindari Renjun.

"Nay marah sama gue?" Tanya renjun dan Nakyung tidak menjawab apapun. "Simpen dulu hp nya, lo marah sama gue?" Tanya lagi renjun seraya mengambil ponsel Nakyung dan menyimpannya di nakas.

Renjun menggeser duduknya agar bisa kembali duduk berhadapan dengan Nakyung lalu dia mengambil tangan Nakyung dan menggenggamnya.

"Maafin gue Nay, selama ini gue jahat sama lo, gue lebih mentingin perasaan Shuhua daripada lo. Gue egois Nakyung!"

"Rambut lo basah, keringin dulu sana!" Ucap nakyung melepas genggaman Renjun.

"Nay, gue mau ngomong serius sama lo! Jangan ngalihin pembicaraan."

"Gue juga serius Renjun, rambut lo masih basah! Liat kena kasur, keringin dulu!!"

"Lo yang keringin!" Ucap renjun mengambil handuk dan memberikannya pada Nakyung lalu dia menundukan kepalanya ke arah Nakyung.

Tidak mau banyak bicara Nakyung langsung mengeringkan rambut Renjun dengan handuk tersebut.

"Ini Nay, samping kiri belum kering!" Ucap renjun memegang tangan Nakyung dan ikut bergerak bersama tangan Nakyung ikut menggosokan handuk tersebut pada rambutnya.

"Ya udah keringin sendiri!" Ucap nakyung menarik tangannya dari kepala Renjun.

Renjun selesai mengeringkan rambutnya dan kembali menyimpan handuk tersebut di tempatnya semula.

"Sekarang gue boleh ngomong?" Tanya renjun menatap Nakyung.

"Bukanya dari tadi lo udah ngomong?" Tanya balik nakyung

"Ya kan belum selesai." Ucap renjun kembali mengambil tangan Nakyung. "Na, gue janji kasih tau Shuhua tapi kapannya gue nggak bisa janji! Tapi yang pasti gue bakal kasih tau Shuhua yang sebenernya, karena gue sayang lo──"

"Sama Shuhua!! Jangan lupa, lo juga sayang dia Renjun!!" Tegas nakyung menatap lekat mata Renjun dan sebaliknya. "Gue nggak nyangka urusannya bakal se-rumit ini Njun, dan bodohnya yang buat ini semua jadi rumit adalah gue sendiri. Kenapa gue harus suka sama lo sih? Kenapa gue harus jatuh cinta sama lo yang jelas udah punya Shuhua?! Dan sekarang gue jadi egois, maksa lo buat milih gue yang jelas jelas sayang lo ke Shuhua lebih besar." Ucap nakyung panjang lebar dan ya air mata yang di tahannya dari tadi lolos mengalir ke pipinya.

"Nay," lirih renjun hendak mengusap air mata yang mengalir di pipi Nakyung dan Nakyung langsung mencegah tangan Renjun.

"Maka dari itu, ayo kita pisah Renjun!"

"Nay, lo ngomong apa sih? Gue nggak mau ya!"

"Tapi gue mau Renjun!! Dari awal ini semua udah salah, gue nggak mau terus kayak gini, makanya ayo kita pisah secara baik baik dengan gitu hubungan lo sama Shuhua bakal baik baik aja kayak dulu dan lo nggak usah kasih tau Shuhua tentang ini."

"Nggak Nakyung!! Gue nggak mau!! Jangan paksa gue buat jauh dari lo ya." Ucap renjun menggoyangkan bahu Nakyung dengan nafas yang tidak teratur. "Gue sayang sama lo Nakyung, gue sayang." Ucap renjun lagi lagi memeluk erat tubuh Nakyung.

"Gue enggak mau jadi perusak hubungan orang, gue enggak tau Shuhua bakal ngomong apa kalau tau tentang ini! Gue tau, gue salah jatuh cinta sama lo!"

"Nay, ini semua salah gue bukan lo! Gue yang terlalu egois Nakyung."

"Gue mau sementara kita pisah dulu!" Ucap nakyung melepas pelukan Renjun lalu menyeka air matanya yang keluar. "Gue sama lo, pisah tempat tinggal dulu! Biar lo yang tinggal di apartement dan gue sementara pindah."

"Nakyung, lo mau tidur di mana? Di rumah bunda sama ayah? Mereka nggak bakal setuju, jangan ngada ngada deh Nakyung, ngapain sih pake pisah pisah segala!"

"Iya gue tau kok orang tua kita nggak bakal setuju, karena dari awak juga mereka yang memaksa kita buat ngejalanin hubungan ini, tanpa mereka tau perasaan masing masing dari kita." Jawab nakyung

Renjun diam menatap lekat wajah Nakyung, "lo tenang aja, gue udah ada tempat kok!"

"Apa apaan sih?"

"Udahlah Renjun!! Ini semua juga buat kebaikan kita, supaya pikiran lo jernih dan gue nggak terlalu berharap sama lo!"



oOo



oOo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



























© iluvinjunie

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

© iluvinjunie

[i] Life After Marriage ✔ [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang