GATAU JUDULNYA APAAN

236K 13.2K 4K
                                    

Oke, karena informasi yang Salsa katakan tadi, Juna mendapatkan hidayah untuk melajukan mobilnya ke sebuah rumah makan.

"Kamu mau makan apa?", tanya Juna.

"Terserah kamu aja".

"Kamu boleh marah sama mereka, kamu boleh kesel sama mereka, tapi jangan pernah melampiaskan itu sama orang-orang yang ada di sekitar kamu. Orang di sekitar kamu ini sayang sama kamu", ucap Juna sembari membanting setirnya masuk ke area rumah makan.

"Maaf", ujar Salsa lirih. Juna meliriknya sekilas, Salsa tampak tertunduk lesu. Apa Juna salah bicara ya?

"TAPI AKU TUH MASIH KESEL SAMA MEREKA TAU!!!", buset dah. Sambil mendongakkan kepala, Salsa tiba-tiba ngegas. Mas Juna kan kaget.

"Buset dah, sayang. Gak gitu juga kali, copot nih copot", Juna meraba letak jantungnya.

"LEBAY".

"Iya aku lebay. Asal kau bahagia", Juna mematikan mesin mobilnya. "Ayo turun!", ajaknya.

--

"Ma, bisa gak kita tinggal di Jakarta aja? Soalnya aku pengen sekolah di Jakarta, ma", ucap Lisa saat mereka bertiga sedang duduk di ruang keluarga.

"Kok mendadak? Kenapa nih?", tanya Dewi.

"Gak apa-apa, Ma. Aku pengen tinggal di Jakarta lagi. Kantor papa kan juga ada tuh yang di Jakarta, jadi papa bisa ngurus yang di sana aja. Yang di Bandung, dalam pantauan. Aku pengen sekolah sama Salsa, ma".

"Tapi kamu tau sendiri, adek kamu kayaknya gak suka sama kamu", Brian ikut bicara.

Emang dasar tuh bocah!

"Biarin pa, Lisa gak permasalahkan itu. Lambat laun Salsa pasti bisa seperti dulu lagi".

"Kamu emang anak baik-baik, nak. Kamu masih bisa ngerti perasaan adekmu. Papa bangga sama kamu", Brian mengusap lembut rambut anak angkatnya.

"Makasih pa", Lisa memberi senyuman terbaiknya.

"Jadi kan pa?", Lisa bertanya lagi untuk memastikan.

"Iya lusa kita ke Jakarta".

"Kok lusa sih pa? Kenapa gak besok aja? Lisa gak sabar".

Ketemu dia.

"Kamu mau sekolah di tempat Salsa?", tanya Brian.

"Iya pa, aku mau sama Salsa lagi. Boleh kan pa?".

"Oh boleh dong. Besok juga papa suruh orang papa di Jakarta untuk daftarin kamu".

"Yeyyy makasih ya papa. Lisa sayang papa", Lisa memeluk Brian.

--

"Enak gak sih?".

"Kalo laper itu semuanya enak".

"Oh", Juna ber'oh ria. "Eh, kamu gak mau main ke rumah aku?".

"Ha? Ngapain?", Salsa bingung, kenapa tiba-tiba Juna mengajaknya ke rumahnya?

"Main lah. Kamu gak pengen kenal sama bunda aku? Gak pengen kenal sama Kayla? Ayah juga? Mereka pengen kenal sama kamu".

"Aku? Kamu cerita sama mereka?", Salsa tampak terkejut.

"Kenapa emang? Kamu kan pacar aku. Mereka wajib tau dong".

(Dering ponsel....)

"Hp kamu tuh", tunjuk Juna.

"Enak aja, hp kamu tuh", tunjuk Salsa balik.

"Oh iya hehehe".
"Bunda nih. Ngapain ngajak video call? Tumbenan".

ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang