Bara | 09

120K 7.5K 461
                                    

Gue emang sering galak ke lo, tapi emangnya salah kalo sekarang gue suka sama senyuman lo?

-Bara Elang Nugroho

(Jangan lupa vote dan komen ya, ajak juga temen-temen kalian untuk baca Bara 💕)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Jangan lupa vote dan komen ya, ajak juga temen-temen kalian untuk baca Bara 💕)

***


Sepulang sekolah, Bara beristirahat di kamarnya sebelum pergi latihan untuk acara tujuh belas Agustus di sekolah. Kedua mata Bara yang sedang terpejam kini harus terbuka secara mendadak karena bunyi alarm yang sangat berisik dari ponselnya.

"Haduh, nggak elo, nggak si bekicot, kerjannya bikin gua marah mulu!" omel Bara yang memarahi ponselnya sendiri setelah mematikan alarm itu.

Bara beranjak dari kasurnya dan keluar dari kamarnya tanpa mengenakan baju. Ia menuruni anak tangga menuju lantai bawah, hendak ke dapur untuk mengambil air minum namun belum sampai ke dapur, ia harus dikejutkan dengan sosok seseorang yang tengah duduk di ruang tamu sambil mengunyah buah melon.

"Lo?!" Bara tidak percaya bahwa Luna tengah ada di rumahnya. Ia tidak tahu untuk apa gadis itu datang sendirian, tidak mungkin hanya untuk meminta buah melon.

"Wow." Luna tidak sadar dengan gumamannya sendiri ketika melihat tubuh Bara yang begitu atletis dengan kotak-kotak yang tercetak jelas di perutnya, juga otot lengan yang begitu bagus.

"Lo barusan ngomong wow pas lihat badan gua?" tanya Bara sedikit kaget. Luna mengangguk mantap dengan senyuman polosnya.

"Enak banget lo cuci mata gratis dari gua."

"Ih, aku nggak pernah cuci mata. Masa mata dicuci, sih. Bisa buta loh Bara, apalagi kalau dicuci pake rinso, sabun mandi, sabun cuci tangan, sabun cuci muka, sa一"

"Lo bego apa idiot? Bukan cuci mata pake sabun, goblok!"

"Jadi?"

"Maksud cuci mata itu berarti lo ngelihat sesuatu yang indah, bagus, dan sebagainya yang bisa buat lo kagum atau terpesona."

"Oh, jadi tadi aku lagi cuci mata, ya? Berarti aku lihat sesuatu yang indah dong dari tubuh Bara sampe aku bisa kagum ataupun terpesona?"

Bara memutar bola matanya malas, gadis itu benar-benar polos sehingga membuat Bara keki sendiri. "Kalo nggak ada urusan, mending lo pulang." Bara berujar seraya melangkah ke dapur.

Cowok itu tengah mengambil minuman hangat dari dispenser, kemudian berbalik sambil meneguk segelas air. Dan apa yang ada di hadapannya kini membuatnya terbatuk sebentar meskipun mulutnya masih menyentuh bibir gelas. Entah bagaimana Luna bisa ada di hadapannya saat ini, tengah duduk manis di bangku meja bar mini, tanpa Bara sadari.

BARA [TELAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang