10. Bianglala dan Dean

20K 853 16
                                    


Preman terkuat pun pasti memiliki kelemahan.
-Unknown.

Happy Reading.

•••

Lea telah berkali-kali mencoba menghubungi Freya namun satu pun tak di angkat. Saat ini rasanya ia ingin menyalahkan Dean karena mengajaknya pergi tiba-tiba meninggalkan Freya sendirian hanya untuk protes mengapa Lea tidak memberitahu lelaki itu bahwa ia mengajak orang lain.

Dean menenangkan Lea yang gelisah.

"Freya udah bukan anak kecil lagi Le, mungkin dia udah pulang sekarang." ucap Dean.

"Lo mudah bilang gitu, gue jadi nggak enak sama dia." balas Lea.

"Lo bertingkah kayak gitu seakan-akan Freya temen lo satu-satunya di dunia ini."

Lea melirik Dean sekilas, "Kalau emang iya kenapa?"

Dean terdiam hari ini sudah berkali-kali Lea mengomeli lelaki malang itu,

"Ya udah, lo coba hubungin Freya sambil jalan aja." ajak Dean.

"Tapi gue capek." bantah Lea menghirup udara kasar, "Lo traktir gue naik bianglala aja. Itung-itung permintaan maaf lo untuk tadi." usul Lea tersenyum.

Mampus, batin Dean bukan karena senyuman manis Lea tapi usulan gadis itu membuatnya gugup.

"Lo aja kan yang naik?" tanya Dean.

"Sama lo lah, udah cepetan capek nih."

Lea menarik Dean secara paksa menuju bianglala. Sepertinya Lea tidak sadar bahwa wajah Dean sudah pucat pasi seperti mayat hidup.

Sekarang mereka berdua ada didalam gondola bianglala yang bergerak ke atas untuk menyajikan pemandangan indah disekitarnya.

Lea nampak antusias sedangkan Dean untuk bergerak dari tempatnya pun tidak berani dan memilih memejamkan mata, berdoa semoga tidak terjadi apa-apa.

Dean menguatkan cengkramannya pada besi dengan bulir keringat berjatuhan dari dahinya.

"Lo kenapa keringetan gitu." tanya Lea sadar wajah Dean yang pucat ditambah berkeringat.

"G-gue takut ketinggian." jawab Dean blak-blakan.

"Kok lo nggak bilang dari tadi!"

"Gimana gue mau bilang, lo aja langsung narik gue." protes Dean dengan badan gemetar.

Lea merasa bersalah dan memutuskan untuk meminta maaf pada Dean.

"Maaf,"

Dean menatap Lea sembari menghembuskan nafas pelan, "Udah terlanjur nggak usah minta maaf." kata Dean.

Lea malah semakin tidak enak dengan Dean, gara-gara sifatnya yang terlalu terburu-buru dan bersemangat untuk naik wahana kesukaannya.

•••


Lea menjulurkan tangannya menyerahkan satu botol air mineral kepada Dean yang duduk disalah satu kursi.

Gadis itu memberikan botol air mineral masih dengan wajah juteknya padahal beberapa menit lalu nampak sekali wajah gelisah Lea tertangkap oleh mata Dean.

"Makasih." ucap Dean tersenyum manis.

Lea tidak munafik Dean terlihat lebih manis jika sedany tersenyum seperti itu membuat pipinya memanas.

Not a Cool Bad Boy [SELESAI]Where stories live. Discover now