44마흔넷 - Kedatangan

2.5K 308 188
                                    

Menyesal memang tidak akan menyelesaikan masalah.

***

>>play BTS V intro-Singularity<<

Taehyung menghela napas menatap gadis yang sejak tadi pagi tertidur pulas di atas kasurnya. Ia duduk di samping kasur dengan tangan bertumpu pada pinggir kasur.

Setelah tur makanan yang cukup melelahkan tadi malam,—ya, anggap saja turgadis itu tiba-tiba saja melompat ke punggungnya seperti koala. Memaksanya untuk menggendongnya sampai ke apartemen karena mengantuk sehabis makan.

Taehyung tentunya protes, menolak secara tegas dengan alasan ia juga sama lelahnya dengan gadis itu, berharap cepat-cepat sampai apartemen agar bisa tidur. Namun, gadis itu tidak mau mendengarkan, ia menolak segala alasan Taehyung dan memilih untuk menulikan pendengarannya.

Mau tidak mau Taehyung mengalah. Pasrah dengan menggendong titisan gorilla di punggungnya saat perjalanan pulang. Berjalan sambil sesekali mengaduh karena punggungnya yang sakit.

Berat sih tidak, tapi kan kondisi tubuhnya juga sedang tidak bagus.

Sesampainya di apartemen Taehyung menghela napas lega. Setidaknya beban di punggungnya akan hilang.

Begitu pikirnya tadi.

Ternyata tidak, gadis itu benar-benar terlelap bagai beruang yang sedang hibernasi. Sudah ia coba bangunkan tapi tidak bereaksi. Malahan, ia terlihat semakin lelap. Jadi tidak tega.

Taehyung kalap. Tidak tahu apa password apartemen gadis itu. Ini kedua kalinya ada kejadian seperti ini, jadi seperti sebelumnya, ia membawa gadis itu ke apartemennya.

Tadinya ia mau meletakkan gadis itu di sofa dengan menyediakannya selimut, tapi tidak jadi karena perasaaan 'tidak tega' yang menggerogoti hatinya. Akhirnya ia membawa Hyori ke kamarnya.

Kali ini Taehyung tidak akan ceroboh seperti waktu itu. Setelah memastikan gadis itu sudah nyaman di kasurnya, ia segera meninggalkan kamarnya.

Akhirnya, Taehyung tidur di sofa. Walaupun selimut tebal sudah membalut tubuhnya, sesekali ia masih merasakan gigitan nyamuk sehingga tidurnya sedikit terganggu.

Kembali ke Taehyung lagi, kira-kira sudah 20 menit ia mengamati Hyori tanpa aktivitas berarti, tetapi gadis itu tak kunjung bangun.

"Kau ini benar-benar tidak tahu malu ya. Seenaknya saja tidur di apartemenku, bahkan kau sampai menguasai kamarku. Aigoo, kenapa juga jadi aku yang tidur di sofa?" decak Taehyung.

Taehyung mendekatkan wajahnya, mengamati setiap lekuk di wajah gadis itu. Tangannya bergerak mengelus surai gadis itu lembut.

Cantik sekali, batinnya.

Entah karena rangsangan tubuh Hyori yang kelewat peka jika ada yang sedang menyentuh rambutnya, atau pergerakan tangan Taehyung yang terlalu cepat—yang jelas setelahnya gadis itu terbangun.

Taehyung sontak menjauhkan wajahnya. Memberi jarak antara mereka seperti keadaan semula. Kemudian ia mengamati gadis itu lagi.

Kelopak mata gadis itu mengatup pelan. Ia membuka matanya sembari menyesuaikan cahaya matahari yang menerobos masuk ke netranya. Terlihat lucu sekali di mata Taehyung.

Your Voice; TaehyungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang