Chapter 9

14.2K 761 21
                                    

.....................

Barbie berdiri di atas balkon kamarnya ia masih kepikiran akan kejadian di mall beberapa hari yang lalu,ia tidak menyangka ia akan bertemu kembali dengan ayahnya dan yang membuat ia menghembuskan nafas berat karena adiknya Sam,masih mengingat wajah ayah mereka dan secara otomatis Sam mengingat kejadian dimana mereka di buang oleh ayah kandung mereka.

Lagi dan lagi barbie Menghembuskan nafas dengan kasar.

"Apa yang sedang kau fikirkan hem" barbie terkejut karena Albert secara tiba-tiba sudah memeluknya dari belakang.

"kau,kau ingin membuatku terkena serangan jantung" kesal barbie sambil melepaskan tangan Albert yang melingkar di perutnya.

"apa yang sedang kau fikirkan" Albert tidak mengubris perkataan barbie,ia malah semakin mempererat pelukannya di perut barbie.

"Al,sesak tau" pekik barbie merasa sesak karen apelukan erat yang di berikan Albert.

"jadi?" tanya Albert meminta jawaban dari pertanyaannya,ia tidak melepaskan pelukannya akan tetapi ia sedikit melonggarkan pelukannya dari tubuh barbie.

"aku hanya takut jika bertemu pria itu lagi,aku tidak mau bertemu lagi dengan pria itu,aku tidak mau,aku tidak mau" Albert dapat mendengar suara isak tangis barbie walaupun gadis yang sat ini ada dipelukannya berusaha merendam tangisannya dengan tangannya.

"aku akan melindungi kalian,tidak akan ku biarkan kau dan kedua adik kita menderita" ucapan Albert membuat barbie mempererat pelukannya di tubuh Albert.

"terimakasih" ucap barbie tulus.

Albert melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh barbie untuk saling menghadapan,ia menatap intens ke manik mata barbie,lalu mata Albert turun kearah bibir tipis barbie,Albert tanpa sadar mendekatkan wajahnya ke arah wajah barbie.

Jantung barbie berdetak kencang karena Albert menatap nya dengan intens,Barbie memejamkan matanya karena bibir Albert menyentuh sudut bibinya.

merasa tidak puas Albert menggeser bibirnya tepat di bibir atas barbie,lalu ia mulai menggerakkan bibirnya mencecap setiap inci bibir barbie,walaupun tidak ada balasan yang di berikan barbie,Albert sudah merasa puas mencium bibir wanitanya.

merasa tidak puas Albert menggeser bibirnya tepat di bibir atas barbie,lalu ia mulai menggerakkan bibirnya mencecap setiap inci bibir barbie,walaupun tidak ada balasan yang di berikan barbie,Albert sudah merasa puas mencium bibir wanitanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Albert menghentikan permainan nya di bibir wanitanya, jari Albert mengusap bibir bagian bawah barbie yang sudah terlihat membengkak karena isapannya yang ia lakukan di bibie barbie.

"sangat manis" ucap Albert menatap manik mata barbie,wajah barbie merona karena ucapan Albert di tambah lagi saat Albert menciumnya sangat lembut tadi.

"menikahlah denganku" ucapan Albert membuat barbie membeku,barbie masih diam membeku di hadapan Albert,ia masih terkejut atas apa yang di lontarkan pria yang ada di hadapannya sekarang.

sedangkan Albert masih menatap barbie dengan intens,ia sangat berharap wanitanya mengatakan YES atas lamarannya.Awalnya Albert tidak ada niat untuk mengatakan hal itu akan tetapi setelah tadi melakukan adengan ciuman itu kata-kata itu langsung terlontarkan begitu saja.

Dan kali ini Albert sangat serius untuk menikahi Barbie,ia ingin menjadikan Barbie menjadi miliknya seutuhnya,ia ingin melindungi barbie dan tentunya ia juga ingin mengikat barbie lebih kuat lagi,supaya wanitanya tidak pergi kemanapun.

"A...apa kau sedang bercanda,kau tau leluconmu sungguh tidak lucu Al" ucap barbie setelah ia sadar dari keterkejutannya.

"apa kau melihat aku sedang bercanda bie,aku serius"seru Albert sedikit kesal,bagaimana bisa wanitanya mengatakan ia sedang bercanda.

"tapi aku takut,aku takut setelah kau menikahiku kau akan meninggalkanku lalu setelah itu kau bertemu dengan wanita yang jauh lebih baik dari ku" tiba-tiba saja barbie memegang keningnya yang terasa sakit setelah di sentil oleh Albert.

"kau ini bodoh atau apa,dengarkan aku bie,aku menikahimu untuk mengikatmu lebih erat di sisiku,supaya kau tidak pergi kemanapun,dan bagaimana bisa kau berfikir aku akan meninggalkan mu sementara disini akulah yang takut jika kau nanti akan meninggalkan ku" ucap Albert tidak habis fikir dangan jalan fikiran wanitanya.

"tapi kenapa harus aku,masih banyak wanita di luar sana yang lebih baik,bahkan yang sederajat denganmu,sedangkan aku,aku hanya wanita yang di buang oleh ayah kandungnya"

"apa kau sedang merendahkan dirimu dihadapanku hem?"

"tidak,itu adalah kenyataan" ucap barbie.

"aku tidak mau tau,pokoknya kau akan menikah denganku dan satu minggu lagi aku akan memperkenalkan dirimu kepada keluargaku" ucap Albet final.

"tapi ak-"

"aku tidak suka penolakan sayang"

"jika begitu buat apa kau bertanya padaku,jika masih kau yang memutuskan keputusan untuk menikah denganmu" seru Barbie kesal.

Albert yang melihat tingkah barbie yang kesal malah terkekeh,menurut Albert,barbie itu sangat lucu jika sedang kesal membuat Albert gemas di buatnya dan langsung mencium bibir Barbie sekilas.

"jangan merajuk seperti itu,dan sekarang ayo kita turun,aku yakin dua anak nakal itu sebentar lagi sampai rumah dan mereka pasti akan membuat keributan jika tidak melihat kita" ucap Albert langsung menarik lembut tangan barbie menuju lantai bawah.

Barbie tersenyum tulus melihat Albert begitu menyayangi dirinya dan juga adiknya,sungguh barbie sungguh berterimakasih kepada tuhan telah mengirimkan seorang malaikat tanpa bersayap di hadapan.

...........

Follow yea..
Ig: meidahliasari11.

Sincerity ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang