6 tahun lalu

14.6K 975 92
                                    

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, masyaallah tabarakallah.
Allahumma Shalli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad

Alhamdulillah, kalian telah bersholawat kepada nabi Muhammad maka Allah SWT akan mengangkat hamba-Nya yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersholawat satu kali saja, Allah akan memberi sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya."

Maaf jika ada kurang dan salah nya, karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu wa ta'ala, dan kesalahan dari diri saya sendiri.

♡➳♡🌊 .·:*¨𝑯ศ𝓹𝙥վ ᴿ𝚎ꪖ𝕕ịꪦ𝓰¨*:·. 🌊♡➳♡

***

Tak terasa kini semua hadirin telah berjalan keluar masjid. Sampai saat ini Humai tidak memberi tahu teman-temannya bahwa nanti ia akan pulang bersama Gus Yusuf. Gus Yusuf memang membawa mobil sendiri, mobil hasil kerjanya pertama kali. Saat Humai sampai di depan masjid, Humai melihat Gus Yusuf yang sudah menunggu di depan mobil yang berada di parkiran. Dengan cepat Humai mengajak teman-temannya menghampiri Gus Yusuf.

"Kita kesana ya," ajak Humai.

"Ngapain Humai? Ga sopan ah nyamperin Gus Yusuf dan temannya, apa lagi ada ustadz Aiman," ucap Amira.

"Memang kenapa kalau ada ustadz Aiman?" Tanya Humai.

"Ganteng Mai," jawab Amira.

"Kamu tau ga? Ustadz Aiman itu abang Humai," ucap Humai.

"HAH." Teriak Amira dan Cinta.

"Astaghfirullah, suara kalian, kebiasaan kalian ini kalo kaget selalu teriak," ucap Humai.

"Maaf Mai, jadi ustadz Aiman abangmu?" Tanya Cinta.

"Iyaa, abang beda 7 tahun," jawab Humai.

"Udah ayo kita kesana," ajak Humai lagi.

"Ayo deh," jawab Amira dan Cinta.

Disebrang sana Gus Yusuf sudah menunggu sejak tadi. Saat mendengar teriakkan teman Humai, Aiman berkata, "kenapa mereka berteriak, apakah mereka tidak tau aurat?"

"Hanya teman-temannya Jannah, Jannah tidak," jawab gus Yusuf.

"Seperti iya," ucap Aiman.

"Memang iya ustadz Aiman yang terhormat, saya kenal sekali dengan suara teriakan Jannah," jawab gus Yusuf.

"HAH." Teriak Haka dan Nabil.

"Astaghfirullah, malah kalian gantian yang teriak," ucap Aiman.

"Afwan Gus, ustadz," ucap Haka.

"Iya, iya sudah lihat mereka menuju kesini," jawab gus Yusuf.

"Siap gus," ucap gus Yusuf.

Dekat, dekat, dan semakin dekat. Tepat didepan Gus Yusuf, Humai merasakan hangatnya pelukan.

"Astaghfirullah gus," ucap Amira dan Cinta.

"Gus bukan mahram," ucap Cinta lagi.

"Diamkan saja," ucap Aiman dengan tegas.

"Baik ustadz," jawab Amira dan Cinta.

Diam, Humai hanya diam saja dan tidak membalas pelukan gus Yusuf. Tak lama pelukan tersebut lepas juga, dan gus Yusuf berkata, "Jannah tidak rindu Pangeran?"

"Rindu, Jannah sangat rindu," jawab Humai.

"Mengapa tidak membalas pelukan Pangeran?" Tanya gus Yusuf.

MasyaAllah, Gus PangeranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang