LIMA PULUH TUJUH

190K 13.8K 1.1K
                                    

"Pakai lagi celana dalam kamu Jacqueline," bisik Warren ditelinga Jacqueline.

"Hmm?" Jacqueline yang baru saja mencapai puncaknya tidak mengerti sama sekali dengan kata – kata Warren ditelinganya.

"Sudah cukup kita melakukannya," bisik Warren kembali.

"Tiga kali, tapi hanya di meja," balas Jacqueline, menghitung berapa banyak ia mencapai puncak di meja kerja Warren.

"Berhenti menggodaku Jack, tidak hari ini, aku baru saja ingat kalau aku akan kedatangan tamu sebentar lagi," jawab Warren yang sekarang sudah mengancingkan kembali kemejanya dan memakai kembali celananya.

"Setelah kamu.... Tiga kali... baru kamu sadar kalau kamu akan kedatangan tamu lagi? Bagaimana kalau mereka masuk tadi?" Jacqueline berdiri dan mengancingkan kembali gaunnya dan mengambil celana dalamnya yang tergeletak di lantai.

"Sudah Jack?"

"Sabar," balas Jacqueline dengan kesal. Ia baru saja berhasil mengancingkan setengah gaunnya ketika Warren bertanya dan ia tidak mampu menyelesaikan mengancingkan sisanya karena tangannya yang bergemetar.

Warren yang menyadari hal kecil itu mendekati Jacqueline dan mulai mengancingkan sisa gaun Jacqueline, "Lain kali, jangan gunakan gaun ini lagi Jack."

Warren berlama – lama dengan kancing Jacqueline yang berada di dada wanita itu dan tangannya menyelinap dengan sengaja ke balik gaun Jacqueline, membuat Jacqueline kembali memekik, "Karena Jack, lain kali aku akan menginginkan ini," Warren memainkan puting Jacqueline dan meneruskan kata – katanya, "Menginginkannya terbebas dihadapan aku. Kamu mengerti?"

Jacqueline mengangguk dan menggigit bibirnya, "Boleh aku pulang sekarang?"

"Pulang?"

Jacqueline mengangguk.

"Aku lapar."

"Bukannya kita sudah melakukannya..."

"Bukan lapar itu Jacqueline, aku lapar ingin makan," balas Warren.

"Oh okay."

"Oh okay kamu mau makan juga dengan aku?"

"Tidak. Aku sudah janji dengan Max untuk makan bersamanya," Warren terkadang tidak mengerti bagaimana Jacqueline bisa berubah begitu cepatnya dari wanita yang meneriakkan namanya ketika mencapai puncak dan wanita yang sama sekali tidak peduli dengannya.

"Kamu lebih mementingkan Max?"

"Daripada mementingkan kamu? Tentu saja."

*

Ketika akhirnya Jacqueline benar – benar meninggalkan kantor Warren, tidak sampai dua menit kemudian Warren dikejutkan dengan kedatangan Catherine dan wanita itu yang memasuki ruangannya, lalu hal pertama yang dilihat oleh wanita itu adalah mejanya yang berantakan.

"Aku melihat Jacqueline tadi," kata Catherine kepadanya.

"Melihatnya? Dimana?" jawab Warren tidak percaya.

"Keluar dari lift menuju lobi. Sayang sekali sepertinya Jacqueline terlalu sibuk mengulang kembali kejadian di kantor kamu, atau meja kamu, sehingga dia tidak menyadari aku yang jalan dihadapannya."

EAT, METempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang