Tidak apa berbohong. Aku tidak mau kembali lagi kalau Nana tahu aku mencuri tubuh orang lain. Tidak untuk saat ini.
"Kamu percaya reinkarnasi?"
_____
Status: Completed [Prolog + 37 part + Bonus (5 part) + From author (3 part)]
Rating: PG +15
Main pa...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
.
.
.
Chenle melihat Haechan yang tengah duduk berhadapan dengan sosok lelaki yang membelakanginya di kantin. Mereka berdua tengah menghabiskan makan siang tanpa banyak bicara. Chenle menyikut perut Jeno yang tengah asik memandangi siswi-siswi tidak jauh dari tempat mereka bersembunyi.
"Yak, Ahjussi. Tatapan mu seperti lelaki tua yang mau memangsa gadis perawan, tahu!" Kesal Chenle karena Jeno tidak fokus dengan tujuan mereka di sana.
"Oh ayolah. Mereka bahkan lebih cantik dari pada dirimu." Seru Jeno tanpa mengalihkan pandangan.
Plak.
"Yak, Zhong Chenle!" Omel Jeno kesal. Pukulan di kepalanya membuat dirinya menatap si pelaku dengan garang.
Chenle mendelik ke arah Jeno. "Tentu saja aku tidak cantik, karena aku laki-laki! Dan tolong fokus, tujuan kita si Haechan."
"Aish, benar-benar! Baiklah. Lebih cepat lebih bagus. Aku akan membawamu ke neraka saat tiba ajal mu nanti, Chenle!" Kesal Jeno.
Chenle menghiraukan kekesalan Jeno. Ia memilih melangkah menghampiri meja Haechan dan temannya sementara Jeno mengikuti di belakang. Belum sempat Chenle tiba di sana, tinggal lima langkah lagi, tatapannya bertabrakan dengan tatapan Haechan. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi Haechan ketika melihat dirinya.
"Ha- hantu!!" Jerit Haechan hingga tubuhnya terhuyung dan jatuh dari kursinya kebelakang. Sontak jeritan Haechan itu menarik perhatian murid-murid yang tengah makan siang.
"Bodoh! Berhenti membuatku malu!" Maki teman Haechan yang duduk membelakangi Chenle itu.
Haechan menunjuk ke arah Chenle dengan wajah tegang saat Chenle dan Jeno tiba di belakang teman Haechan. "Zhong Chenle! Dia Zhong Chenle!"
Sebelum Chenle sempat membuka suara, teman Haechan menoleh, jarak ia dan teman Haechan yang sangat dekat itu membuat Chenle terkejut. Ia hampir saja terjatuh kalau Jeno tak segera menahan sikutnya.
"Sial! Kau mengerjai ku ya?" Kesal lelaki bernametag 'Park Jisung' itu.
Jisung? Kenapa nama itu tidak asing bagi Chenle?
Fokus Chenle jadi terbagi dua. Ia tidak mengalihkan pandangan sedikit pun dari sosok lelaki bernama Jisung itu. Bahkan begitu lelaki itu bangkit, menembus tubuhnya saat melangkah pergi, dan punggungnya yang semakin menjauh, Chenle tidak sedetikpun berpaling.
"Yak, Zhong Chenle. Tatapanmu seperti pria tua yang mau memangsa berondong, tahu!" Balas Jeno.
Chenle mengerjap berkali-kali sebelum mendelik ke arah Jeno.
"Hey, simpan omelan mu. Lihat apa yang kamu perbuat. Target kita melarikan diri." Ucap Jeno santai.
Chenle segera menoleh dan melihat Haechan yang sudah lari terbirit-birit. Sial. Ia gagal bicara pada Haechan lagi. Tapi lagi-lagi, Chenle kembali menoleh ke arah Jisung pergi. Menatapi jalan yang dilalui Jisung seakan sosok itu masih melangkah di sana.
Jisung? Sepertinya sekarang ia punya alasan kuat untuk segera kembali ke tubuhnya.
.
.
.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.