• 10 •

123K 6.6K 111
                                        

Happy Reading!❤



"Jangan seperti ini, itu sangat membuat ku sakit." Zaidan Sagar Radhitya.

.
.
.

Mereka semua dalam diam, helaan napas terdengar dari beberapa orang disana. Beberapa menit yang lalu dokter baru saja keluar dari ruang IGD dan berkata bahwa semua nya baik-baik saja dan segera di pindahkan ke kamar nginap.

Sekarang mereka semua berada di dalam kamar nginap VIP di rumah sakit. Mereka duduk dalam pikiran mereka masing-masing.

Salah satu dari mereka menghela napas kasar hingga semua menoleh padanya betatap seolah bertanya.

"Kenapa lo?"

"Gue bosen anjir. Si Aldi belom sadar-sadar juga. Si bos juga belom balik-balik."

"Yaudah si Yon sabar elah. Lo kek gak tau si bos aje."

Deon mendengus kesal ke Daniel yang duduk di bawah lantai sambil memakan snack ringan yang tadi ia beli di kantin rumah sakit.

Drrtt...

Drrtt...

Drrtt...

Salah satu handphone mereka berdering tanpa telepon masuk. Sinta mereka mencari asal suara tersebut hingga mereka menemukan suara tersebut berasal dari handphone Daniel.

Daniel langsung saja mengangkat tanpa melihat siapa yang meneleponnya.

"Halo?"

"T-tolongin guehh uhhuk uhhuk–"

Daniel mengernyit mendengar suara tersebut seperti sedang kesakitan. Tentu saja dirinya tahu itu adalah suara Ardi.

"Lo kenapa?"

"G uhhuk eh h-habis dih uhhuk keroyok."

Uhhuk

Daniel yang sedang makan snack ringan pun langsung tersedak mendengar penuturan Ardi. Lelaki itu langsung meneguk minuman yang ia tadi beli juga di kantin.

"Hah? Gimana ceritanya anjing." pekik Daniel hingga membuat semua nya menoleh padanya.

"Nanti gue jelasin s-sekar-ang tolongin gue cepet. Gue serlok."

Tut

Sambungan telepon diputus secara sepihak oleh Ardi. Tak lama dari itu, suara pesan masuk di handphone Daniel langsung saja melihat pesan tersebut.

Ardi Bego

(location)

"Kenapa?" tanya Deon yang langsung bertanya ke Daniel.

"Kita pergi nolong si Ardi."

Austin menukik alis menatap Daniel dengan tatapan tidak mengerti, seolah tahu arti tatapan tersebut, cowok itu menjelaskan apa yang terjadi.

"Gitu ceritanya. Tadi Ardi nelpon gue katanya minta tolong, dia habis di keroyok."

"Keroyok? Sama siapa anjir?"tanya Austin.

Daniel menghela napas pelan lalu menjawab, "Gue juga gak tahu. Sekarang yang penting kita tolongin dulu."

"Lokasi nya gak jauh dari sini. Cepet keburu kenapa-kenapa tuh anak." lanjutnya dan langsung berdiri diikut yang lainnya.

"Yang kesana gue, Austin, Deon, sama Dhika. Sisanya disini."

Mereka semua mengangguk mengerti perkataan Daniel.

SAGARAWhere stories live. Discover now