13-2

21.9K 2.2K 191
                                    

Melihat Marsya tidur nyenyak, membuat Dewa bingung. Semalam ia melihat sendiri bagaimana putri kecilnya rewel sehingga membuat Marsya harus bergadang.

"Loh kok di bawa keluar? Kasih ibunya, haus ini!"

"Marsya masih tidur, Bu. Kasihan."

Retno mengambil cucunya yang baru berusia tujuh hari dan menimang dengan hati-hati.

Rengekan khas bayi membuat suasana hangat dalam rumah besar itu.

"Sayang---"

"Dedek haus, kenapa nggak bangunin aku?"

Dewa melangkah ke arah Marsya, wajah wanita itu tetap cantik setelah bertaruh nyawa melahirkan putri cantik mereka.

"Tidurmu lelap, tadi malam juga nggak cukup tidur."

Langkah kaki Marsya sangat pelan, dituntun oleh Dewa.

"Sayang anak Ibu, cup. Ayah nakal ya. Anak haus di bawa keluar!"

Dewa tertawa dalam hati. Satu minggu ini sering mendengar kalimat itu dari bibir Marsya.

Sedikit cerewet.

Tapi...manis.

Ia suka.

"Ibu lagi apa?" tanya Marsya, ketika sudah duduk.

Retno tersenyum, melihat putranya dengan telaten membantu Marsya membuka kancing dasternya.

"Ini, mau ngelipatin popoknya cucu cantik."

Marsya tertawa pelan, melihat pakaian putri kecilnya dalam keranjang.

Satu minggu ini, ibu mertuanya sangat telaten mengurus dirinya dan bayi mungil yang sedang menyusui. Dibantu mamanya juga.

"Beneran lapar dedeknya."

Marsya mengangguk sambil tersenyum, ia mengusap sayang pipi putrinya.
Kemudian menatap suaminya.

"Bagaimana keadaan Bilal?"

"Yanto bilang masih sama."

Marsya bisa mendengar elaan nafas Dewa.

Bukan hanya Marsya, Retno juga memperhatikan putranya. Sedari kemarin pulang dari pemakaman istri sahabatnya, Dewa lebih banyak diam.

Dan, Retno sering mendapatkan putranya melamun.

"Jangan dipikirkan. Jodoh, takdir, pertemuan sudah digariskan, jauh sebelum kita lahir."

Dewa mencium pipi putrinya yang masih menyusui.

"Aku mikir kamu."

Marsya mengerjap, ini bukan kali pertama laki-laki itu mengatakan hal ini, setelah kepulangannya dari pemakaman tersebut.

Semalam, Dewa juga berbicara seperti itu.

"Aku mengenal mereka dari dulu. Jadi, aku tahu bagaimana Aqila berjuang dalam pernikahan mereka. Jadi...ketika mendapatkan kabar ini, pikiranku tertuju padamu. Kamu dan dia hampir sama..."

Senyum Marsya melengkung, yang dialami sahabatnya memang menyedihkan. Tapi, Tuhan punya rencana lain, atau ada hikmah setelah kejadian ini.

"Mungkin kami sama, tapi...jalan takdir kami berbeda. Kisah manusia itu tidak pernah bisa ditebak."

Dewa menarik nafas lagi, posisinya masih berlutut di samping sang istri.

"Iya Dewa. Kalau kamu seperti ini, sama saja kamu dengan Bilal. Setidaknya jadilah sahabat yang saling menguatkan dalam keadaan seperti ini."

Marsya bergeser, dan menepuk sofa yang didudukinya tadi, agar sang suami duduk di sampingnya.

Mata keduanya bertemu yang saling memberikan rasa hangat.

Kemudian, wanita itu melihat ke arah ibu mertuanya.

"Ibu."

Retno mengalihkan perhatiannya pada Marsya, ketika menantunya memanggil.

"Terimakasih sudah melahirkan lelaki sebaik ayah Dania Marwa Linggar. Terimakasih sudah menjadikannya sebagai suami yang penuh cinta. Dan..."

Marsya menatap suaminya, senyum manisnya masih bertahan. "Terimakasih, karena memberi restu untuknya menjadi imamku."

Dewa merangkul bahu Marsya, menariknya dalam rengkuhan serta mencium keningya.

Ingatan Marsya kembali pada saat ia berjuang melahirkan buah hatinya.

Ketika matanya tertutup, wajah Dewa yang ia lihat dan senandung cinta pria itu yang ia dengar.

Dan, ketika kelopak mata itu terbuka, wajah itu lagi yang ia lihat. Masih teringat kalimat pertama yang dilontarkan Dewa saat ia bangun.

'Terimakasih sudah mau bertahan. Jangan ragukan hatiku. Karena, selamanya akan ada kamu di sini.'

Ucapan itu, diakhiri kecupan di keningnya yang dalam, dan mengesankan.

"Terimakasih juga...sudah menjadi istri yang menyempurnakan segala tumpuan hidupku."

💕

Bersambung....di novel. Salah satu karya top seller !!! 😍😍😍😍

 Salah satu karya top seller !!! 😍😍😍😍

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

INFO pemesanan ke WA 081322611798











 SAMA AKU AJA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang