Dhevan, pemuda yang tumbuh bersama seseorang yang tidak sengaja ia ciptakan sebagai tameng pelindungnya. Alter yang muncul karena tekanan emosianal yang tinggi akibat kecelakaan yang menimpanya.
Sosok dingin, kuat, serta dewasa berhasil membuatnya...
Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.
"Seberapa banyak kebaikan yang kamu lakukan, jika kamu melakukan satu kesalahan. Beribu-ribu kebaikanpun akan terlupakan"
/mau ngebucin tapi bingung/ Yaudahlah jangan, ntar baper. Aku yang ribet :v
🍒🍒🍒 •••
Sekarang waktunya pulang sekolah, para siswa sudah berangsur-angsur meninggalkan kawasan sekolah. Di kelas menyisakan beberapa orang.
"Dhev? Mau pulang kagak?" tanya Sandy, kalau diperhatikan sejak Dhevan kembali ke kelas, Dhevan kebanyakan bengong tidak memperhatikan guru dan sekitarnya.
"..."
"Dhev!"
"Hah? Apa? Lo ngomong sama gue?" tanya Dhevan dengan tampang polosnya.
"Bukan kok, gue ngomong sama Diva," balas Sandy sambil menunjuk Diva yang sedang membereskan buku.
"Apaansi bawa-bawa gue?!" ucap Diva nyolot, membuat Sandy tersenyum kaku. Pinjam nama doang malah digas :)
"Lama lo Dy, ayo pulang Dhev!" Aldra yang mulai jengah pun akhirnya menarik tas Dhevan secara paksa, sontak saja Dhevan juga ikut tertarik.
"Apaansi tarik-tarik! Lepasin gue bambank!"
"Nyolot mulu lu bocah!"
"Kita seumuran ya!"
"Tapi gue lahir lebih dulu, dasar bocah!"
"Dasar tua!"
Mendengar penuturan Dhevan, Aldra melepaskan tarikannya. Omong-omong mereka sudah berada di lantai satu tepat di pinggir lapang basket outdoor.
"Enak bener ngatain gue tua! Dasar bocah!" sungut Aldra tak terima. Dia heran kenapa mau berteman sama bocah nyebelin.
"Tua!"
"Bocah!"
"Tua!"
"Bo--"
"Bisa diem gak sih, gak malu diliatin," bisik Sandy melerai pertengkaran kedua temannya. Setau Sandy, papanya Dhevan sama papaya Aldra sahabatan erat banget, tapi kok anaknya gak bisa temenan deket. Yang ada malah adu bacot tiap waktu.
Duk!!
"Aduh!" Dhevan meringis saat sesuatu menghantam punggungnya dengan keras.